Gara-Gara Video Viral dan Didesak Masyarakat, Camat Batang-Batang Akhirnya Mundur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DIDEMO: Gara-gara video viral dan didesak masyarakat, camat Batang-Batang akhirnya menyatakan mundur dari jabatanya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Terus menerus didesak mundur, Camat Batang-Batang Joko Suwarno akhirnya memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Masalah yang dipicu viralnya video berisi permintaannya agar kepala desa mencuri sapi warga yang tidak mau divaksin.

Joko Suwarno mengundurkan diri dari jabatannya melalui surat resmi. Keputusan itu diambil setelah dirinya dipanggil Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Inspektorat Sumenep pada Rabu (18/8/2021).

Bacaan Lainnya

Sebagaimana disampaikan Kepala BKPSDM Sumenep Abd Madjid, pengunduran itu disampaikan sejak Jumat (20/8/2021) lalu. Dengan artian, pengunduran diri itu dilakukan dua hari pasca dipanggil BKPSDM.

Menurut Madjid, sebelum Joko mengajukan pengunduran diri, pihaknya sudah melakukan sidang kode etik dengan sepengetahuan sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep.

“Pemanggilan sudah kami lakukan kepada yang bersangkutan. Bahkan sidang kode etik juga sudah dilakukan. Dua hari setelahnya, yang bersangkutan memilih membuat surat pernyataan pengunduran diri dari jabatannya,” jelas Madjid.

“Saya kira, pilihan mengundurkan diri itu merupakan tindakan yang gentlemen dari seorang pejabat pemerintah. Karena biasanya hal seperti itu sulit,” imbuhnya.

Surat pernyataan pengunduran diri Joko Suwarno dari jabatannya sebagai camat Batang-Batang saat ini sudah diproses. Selanjutnya akan diajukan ke bupati Sumenep.

Untuk mengisi kekosongan kedudukan camat Batang-Batang pasca Joko Suwarno memilih mengundurkan diri, untuk sementara diisi oleh pelaksana tugas (plt). Jabatan plt itu, lanjut Madjid, akan terisi hingga bupati Sumenep mendefinitifkan camat Batang-Batang.

“Jabatan plt sampai nanti ada pelantikan camat baru. Insya Allah per akhir Agustus ini Pak Bupati Sumenep (Achmad Fauzi) sudah bisa melantik. Untuk kepastiannya kapan, kami juga masih menunggu,” ungkap mantan kepala DPPTSP Sumenep itu.

Sebelumnya beredar sebuah potongan video camat Batang-Batang viral lantaran menyatakan ‘meminta’ kades untuk mencuri sapi.

Kemudian, Joko Suwarno mengklarifikasi dan meminta maaf. Maksud dirinya, hanya ingin mendorong masyarakat Sumenep, khususnya Kecamatan Batang-Batang supaya tidak takut divaksin dan termakan hal-hal hoaks. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *