Garam Ditarget Produksi 70 Ribu Ton dalam 5 Bulan, Dua Bulan Hanya Hasilkan 678 Ton

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) GARAM: DKP Pamekasan targetkan 70 ribu ton garam yang diproduksi tahun 2021, sementara sudah dua bulan hanya mampu produksi 678 ton.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dua bulan pertama musim panen garam tahun 2021 di Pamekasan, hanya mampu memproduksi garam 678 ton. Hasil produksi itu dari lahan seluas 958,7 hektar. Produksi itu dikerjakan 167 kelompok usaha garam rakyat (kugar).

Data yang diungkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pamekasan tersebut merupakan hasil produksi awal, karena musim panen garam tahun 2021 baru dimulai Juni atau seiring masuknya musim kemarau.

Bacaan Lainnya

Hasil produksi itu masih jauh dari target tahun 2021 yang dipatok mencapai 60 ribu hingga 70 ton. Sehingga masih dibutuhkan lebih dari 69 ribu ton hingga akhir Oktober mendatang. Sebab mengacu pada musim-musim sebelumnya, masa panen garam akan berakhir di Oktober atau menjelang berakhirnya musim kemarau.

Kendati begitu, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Budidaya DKP Pamekasan Hadi Agus Subeno masih meyakini target itu bisa tercapai dalam tiga bulan. Alasannya kecilnya hasil produksi di awal atau Juni dan Juli, karena di musim kemarau masih diiringi kerapnya turun hujan.

Menurut pria dengan sapaan Beno ini, kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap jumlah produksi garam. Selain itu, dalam tiga bulan ke depan, pihaknya berupaya melakukan pembinaan secara berkala kepada kugar agar bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil garam.

Meski target itu lebih dari dua kali lipat dari target produksi tahun 2020, Beno meyakini bisa tercapai. Sayangnya Beno tidak membeberkan indikasi yang meyakinkan perkiraannya itu. Sebab, dalam dua bulan terakhir, petani tidak sampai 1 persen dari target yang ditentukan.

“Kalau kami mengacu kepada tahun kemarin untuk produksi garam rakyat 38 ribu ton, paling tidak targetnya bisa naik 2 kali lipatnya, 60 ribu hingga 70 ribu ton,” paparnya, Minggu (8/8/2021).

Sedangkan rincian 678,5 ton itu dihasilkan  itu berasal dari Kecamatan Galis sebanyak 433 ton  dan Kecamatan Pademawu  245,5 ton.

Hasil produksi di Galis terdiri dari Desa Lembung 253 ton, Desa Konang 150 ton, desa Pandan 30 ton.  Sedangkan dari Pademawu terdiri Desa Bunder 14,5 ton, Tanjung 217 ton, Majungan 8 ton, untuk lahan integrasi garam produksi 4 ton dan untuk lahan yang berada di Kecamatan Tlanakan belum memproduksi.

“Luas lahan untuk tahun sekarang yang masuk kepada binaan kami, yang milik rakyat, jadi di luar milik PT Garam dan perusahaan lain luasnya  958,7 hektar,” ulas Beno. (rul/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *