oleh

Gedung SD Nyaris Ambruk, Terabaikan 18 Tahun Tanpa Renovasi

Kabarmadura.id/Bangkalan-Atap atau plafon lantai 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kemayoran I Bangkalan turun hingga 7 centimeter dari kontruksi semula. Lokasinya tepat di salah satu gedung untuk ruang kelas belajar (RKB). Plafon tersebut digunakan sebagai penyangga lantai 2.

Kondisi itu ditemukan rombongan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan saat melakukan insepksi mendadak (sidak) Senin (21/9/2020) di sekolah tersebut. Dalam sidaknya tersebut, Komisi D juga menemukan gedung RKB tersebut pada lantai 2 banyak yang sudah retak.

Melihat kondisi itu, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan bahwa gedung tersebut bisa saja sewaktu-waktu ambruk. Sehingga akan membahayakan siswa saat belajar di kelas. Untuk itu, dia meminta agar pilar-pilar tengah dan kanan kiri di gedung tersebut diberi penyangga dari besi agar ada penyangga dari lantai 1 untuk lantai 2.

“Kami rekomendasikan agar segera dilakukan penguatan-penguatan kontriksinya,” ujarnya.

Menurutnya tidak mungkin bangunan tersebut langsung dirobohkan. Sehingga, diatasi dengan menguatkan penyangganya untuk antisipasi agar tidak ambruk.

“Semacam rehab saja, kata kepala sekolahnya sudah sekitar 15 tahun lalu perbaikannya. Kalau anggaran pembangunan di SDN Kemayoran 1 tahun 2017 itu untuk gedung baru yang di depan saja. Yang retak dan turun ini di gedung belakang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Kemayoran I Bangkalan Nurhayati Eka mengaku memang ingin merenovasi gedung tersebut. Dia juga meminta, agar Komisi D bisa mengusulkan anggaran renovasi dan pemeliharaan gedung RKB di bagian belakang.

“Ini biaya renovasi perkiraan Rp1 miliar, karena ada 4 ruangan yang harus dibenahi,” terangnya.

Nurhayati juga mengungkap ada atap yang tingkat kemiringannya salah. Bangunan itu terakhir direnovasi 18 tahun lalu. Bahkan kata Nurhayati, sejak bertugas di sekolah itu, gedung tersebut sudah rusak.

“Saya di sini 8 tahun lalu dan gedung itu sudah rusak. Cuma dengan saya, saya tambah sulam, saya bikin bagus. Bisa dilihat dari luar kelihatan bagus tidak rusak, tapi dalamnya sudah rusak,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasara SD Disdik Bangkalan Mohammad Toha berjanji menindaklanjuti hal tersebut. Pihaknya akan menganggarkan rehab RKB SDN Kemayoran I.

Namun, penganggaran tersebut bisa terealisasi pada tahun 2021. Sebab, anggaran untuk tahun ini sudah disahkan. Di tahun ini, SDN Kenayoran I hanya mendapatkan bantuan pembangunan untuk kamar mandi dengan anggaran senilai Rp30 juta.

“Antisipasinya kami akan anggaran pada tahun 2021. Tergantung kemampuan pemerintah nanti,” katanya.

Sedangkan, besaran perkiraan anggaran yang harus digelontorkan untuk gedung tersebut, Toha memperkirakan sekitar Rp117 juta. Ruang gedung yang harus diperbaiki sebanyak 4 ruang kelas. Sehingga, total keseluruhan berdasarkan analisa sekitar Rp500 juta.

“Yang kemungkinan kurangnya pengawasan dari konsultan dulu ketika pembangunan. Sehingga berdampak seperti ini,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed