Gelandang Madura United Ini Curi Start sejak Kelas 2 SD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ SYAHID MUJTAHIDY) PENUH PENGORBANAN: Gelandang Madura United U18 M. Faiz Faizal Rahma berbagi waktu antara belajar dan berlatih.

Kabarmadura.id-Bermain sepak bola menjadi kebiasaan Gelandang Madura United U18 M. Faiz Faizal Rahma. Itu sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Namun, dia sebatas bermain dengan teman sebaya di kampung halamannya.

Setiap pulang sekolah, kata talenta muda asal Kecamatan Camplong, Sampang ini, teman-temannya mendatangi rumahnya untuk mengajak bermain sepak bola. Bahkan, momentum menarik ketika kedua orang tuanya Sutrisno dan Kamaryah menilainya kian berkulit hitam karena sering berpanas-panasan.

Bacaan Lainnya

“Awal saya suka sepak bola waktu duduk di bangku SD kelas 2. Saat itu, tetangga saya semua anak cowok. Mereka mengajak main sepak bola setiap pulang sekolah; hanya bermain sepak bola. Iti membuat saya dibilang kulit jadi hitam, tapi tidak masalah,” ceritanya kepada Kabar Madura, Selasa (5/5/2020) pagi.

Bahkan, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Sampang ini selalu menjawab ingin menjadi pemain sepak bola profesional ketika di sekolah. Hal itu tidak terlepas dari impiannya bisa membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

“Ketika ditanya di sekolah, ‘cita-cita kamu mau jadi apa?’ Saya langsung jawab pemain sepak bola,” lanjutnya

“Karena yang saya tahu jadi pemain sepak bola itu enak, apalagi bisa membela Timnas Indonesia,” tegasnya mantap.

Saat ini, gelandang kelahiran 12 Mei 2003 itu tengah masuk dalam komposisi Madura United U18, klub yang berkompetisi di Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 U18 2020. Tak ayal, ll impiannya membela Timnas Indoneia U19 bisa tercapai ketika mampu menarik perhatian bersama tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini.

Hal itu seperti yang dialami fullback Madura United U16 Febrian Tri Yanto yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga dipanggil pemusatan latihan Timnas Indonesia U16.

Akan tetapi, usaha Faizal meniti karir sepak bola tidak mulus. Dia harus berbagi waktu antara belajar di instansi pendidikan resmi dan berlatih. Dia pernah tidak pulang ke rumah dan menyantap makan siang, lantaran langsung ke lapangan.

“Ingin izin pergi pulang untuk latihan, tidak dibolehkan karena tidak ada keringanan. Jadi, saya menunggu sampai jam pulang sekolah. Setelah pulang, saya langsung pergi latihan, sehingga saya tidak pulang ke rumah demi berlatih bersama Madura United,” tandasnya. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *