Gelapkan BPKB, Dua Perempuan di Sampang Terancam Pidana

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) DILAPORKAN: Dua perempuan dilaporkan ke Polres Sampang akibat kasus dugaan penipuan dan penggelapan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

KABARMADURA.ID, SUMENEP – UF (inisial) warga Desa Jeruk Porot Kecamatan Torjun dan AN warga Desa Madupat Kecamatan Camplong Sampang harus berurusan dengan pihak kepolisian. Diduga kuat, kedua perempuan itu terlibat dalam upaya penggelapan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) jenis mobil. Mereka berkomplot melakukan penipuan yang berujung penggelapan.

“Saya dimintai tolong orang tua untuk menggadaikan mobil. Karena untuk biaya pembangunan musala. Sehingga, saya bertemu dan berkomunikasi dengan terlapor UF untuk menggadaikan BPKB,” ujar Muhibbah (40) warga Jalan Kramat Gang 1/82 RT 001 RW 002 Kelurahan Karang Dalam Sampang saat melaporkan ke Polres Sampang, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, urusan penggadaian mobil diambil alih setelah suaminya meninggal.  Namun, sampai saat ini keberadaan BPKBnya tidak jelas. Sebab, UF menitipkan BPKB mobil gadaian tersebut ke temannya atas nama AN. “Saya berusaha baik-baik mendatangi Anis ke rumahnya. Menanyakan BPKB saya, tapi jawabannya tidak jelas. Karena berkali-kali tidak ada jawaban pasti, akhirnya saya laporkan,” ucapnya.

Muhibbah menjelaskan, ketika menggadaikan BPKB mobilnya sengaja diserahkan ke UF dan dipindah ke AN. Dengan alasan, AN akan menggadaikan sertifikat rumahnya untuk mendapatkan uang sebesar Rp200 juta. Kesepakatannya, diiming- imingi akan mendapatkan uang sebanyak Rp60 juta. Namun, janji itu tidak ditepati.

Hingga dua bulan lamanya, keberadaan BPKB tidak jelas. Sedangkan AN sebagai terlapor berusaha menghindar ketika ditanya keberadaan BPKB. “Saya sebenarnya mau menyelesaikan baik-baik. Tapi ternyata yang pegang BPKB saya atas nama Anis menghilang. Saya tidak bisa menghubungi, bahkan tidak bisa menemuinya. Sehingga saya berinisiatif melapor ke polisi,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Sudaryanto melalui Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Aipda Sonny membenarkan adanya pelaporan kasus tersebut. Menurutnya, polisi sudah menindaklanjuti laporan itu. “Kami sudah tindaklanjuti laporan itu. Beberapa nama saksi sudah kami kantongi. Untuk sementara, kami tidak bisa menjelaskan secara detail,” responnya. (man/ito)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *