Gelar Hiburan di Bangkalan Diperbolehkan Bersyarat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) EVALUASI: Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) bersama pelaku hiburan Bangkalan menggelar rapat.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Rapat forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangkalanbersama para pelaku usaha beberapa waktu lalu cukup membuahkan hasil. Yakni, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 memperbolehkan adanya hiburan di tengah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Hanya saja, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai ketentuan atau jadwal hiburan tersebut bisa dioperasikan. Namun, pada dasarnya masyarakat bisa menggelar hiburan apabila bisa membuat agenda kegiatan hiburan rakyat setelah ada surat keputusan (SK) bupati. Hal ini diungkapkan Tim Satgas Covid-19 Bangkalan AKBP Alith ALarino, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, hingga saat ini teknis pemberian izin dan pengamanan kegiatan yang menimbulkan kerumunan masih dibahas dengan Tim Satgas Covid-19 lainnya. Namun, terpenting pelaku hiburan dan seni lainnya harus mengajukan surat pelaksanaan atau surat permintaan izin. Sehingga, ketika kegiatan berlangsung bisa dipantau seoptimal mungkin.

Melalui surat itu, pihaknya akan meneruskan ke Polda Jawa Timur (Jatim). Jika diizinkan, akan mempersilahkan pelaksanaan kegiatan yang yang dimaksud. Namun jika nantinya dari Polda Jatim merasa kegiatan itu bisa menimbulkan kerumunan yang berlebihan dan tidak diizinkan, maka pelaku hiburan bisa mematuhinya dengan tidak menggelar kegiatan.

“Jika nanti masih tetap melaksanakan, akan kami tertibkan. Untuk kegiatan konser atau dangdut itu, kami belum bisa pastikan, kami tunggu koordinasi lagi dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Karena setiap minggu ada rapat evaluasi. Kami tunggu keputusannya terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, pada prinsipnya kegiatan hiburan dan perlombaan bisa dilakukan. Mulai dari karapan sapi, pacuan kuda hingga perhelatan burung berkicau ataupun hiburan masyarakat seperti sandur dan lainnya. Dengan catatan, panitia dan penonton wajib melakukan vaksin.

“Kami ingin ada komitmen dari pelaku seni juga agar bisa menerapkan protokol kesehatan (Protkes) jika kegiatan hiburan dibuka, minimal penonton 50 persen dari kapasitas ruangan yang ada,” paparnya usai melakukan koordinasi dengan pelaku hiburan di Bangkalan.

Selain itu, tidak tanggung-tanggung bagi panitia dan penonton wajib sudah vaksin dosis pertama dan kedua. Jika hanya vaksin dosis pertama, tidak memperbolehkan pelaksanaan hiburan. Bila perlu, akan menyediakan vaksinasi di tempat kegiatan berlangsung untuk memastikan masyarakat yang belum vaksin bisa divaksin.

“Entah itu kru, sapinya, atau panitia hingga penonton harus sudah vaksin. Tapi nanti kami teknisnya liat dulu di lapangan dan antusias masyarakat seperti apa,” tegasnya.

Prosedur Menggelar Hiburan

  • Wajib menyertakan SK bupati
  • Menyertakan izin kegiatan
    • Akan dilanjutkan ke Polda Jatim
    • Jika diperkenankan bisa dilanjut
    • Jika tidak, harus diurungkan

Ketentuan Bupati Bangkalan

  • Komitmen dari pelaku seni
    • Wajib menerapkan protkes
    • Minimal penonton 50 persen dari kapasitas ruangan
  • Bagi panitia dan penonton wajib menyertakan vaksin tahap I dan II
    • Jika hanya vaksin tahap I dilarang keras menggelar hiburan
  • Menyediakan tempat vaksinasi khusus di lokasi hiburan

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok ISwanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *