Gelar Parisada XVII se-Jatim, Pramuka Banyuanyar Bertekad Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan

(FOTO: KM/Parisada For KM) BERSEMANGAT: Para peserta Parisada XVII dari berbagai kabupaten/kota se-Jatim antusias mengikuti rangkaian kegiatan.

KABARMADURA.ID | Dalam rangka memupuk jiwa kompetitif para anggota pramuka di Jawa Timur, Pramuka Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar menggelar Perkemahan Ajang Silaturahmi dan Persahabatan (Parisada XVII) se-Jawa Timur Plus 2022. Acara tersebut digelar selama tiga hari dari tanggal 19-21 Februari 2022. Sementara itu, lokasinya di Bumi Perkemahan Karang Taruna, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Tema yang diangkat yaitu, “Menanamkan Bakat Potensial, Aktif, dan Bersinergi”. Total ada 21 delegasi dari berbagai kabupaten/kota se-Jatim. Mereka yang berpartisipasi merupakan pramuka tingkat Penggalang SD/MI dan Penggalang SMP/Mts.

Bacaan Lainnya

Menurut Pembina Pramuka  Gugus Depan (Gudep) 963 Darul Ulum Banyuanyar Faisol Efendi, ajang  perlombaan di Parisada XVII untuk melatih beragam ketangkasan dari peserta. Sehingga hal tersebut bisa menjadi modal besar dalam menghadapi perubahan di tengah masyarakat. .

“Tujuan kami untuk menumbuhkembangkan kreativitas dan bisa menjadi tunas pemimpin masa depan. Selain memang tujuan utamanya silaturahmi antarlembaga serta bisa mengukur kompetensi dari setiap anggota pramuka,” paparnya, Minggu (20/2/2022).

Dijelaskan Faisol, sebagai gerakan pramuka yang berasal dari pesantren, motivasinya berasal dukungan penuh pengasuh PP Banyuanyar, alumni, dan simpatisan yang menginginkan kaum santri bisa eksis dari sisi kreativitas. Artinya tidak hanya terfokus kepada urusan membaca kitab kuning, melainkan dari bidang keterampilan lainnya juga bisa berdaya saing.

“Semua delegasi sangat antusias. Sebenarnya sebelum adanya varian baru Omicron, sudah banyak yang berasal dari luar Madura mengkonfirmasi siap untuk berpartisipasi, namun menjelang pelaksanaan banyak yang membatalkan,” ulasnya.

Dia berharap pelaksanaan Parasida bisa menambah wawasan dan pengalaman setiap peserta. Sebab menurutnya, selama dua tahun tidak bisa menggelar kegiatan semacam itu.

“Harapan kami pada pelaksanaan kali bisa sukses, dan untuk kegiatan selanjutnya bisa melaksanakan kegiatan tingkat nasional,” ujarnya.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.