Gelar Pelatihan CAUTI, RSUD H Moh Anwar Terus Tingkatkan Pelayanan

  • Whatsapp

Kabarmadura.id -Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Moh Anwar Sumenep terus meningkatkan pelayanannya. Terbaru, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tersebut melangsungkan pelatihan Catheter Assciated Urinary Tract Infection (CAUTI) atai cara pemakaian kateter yang baik dan benar untuk menghindari terjadinya infeksi saluran kemih.

Pelaksanaan pelatihan itu oleh Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD H Moh Anwar Sumenep Selasa (31/7) tersebut diperuntukkan bagi pengurus IPCLN (Infection Prevention and Control Link Nurse) dan perwakilan perawat di ruang rawat inap RSUD H Moh Anwar.

Pelatihan tersebut dimaksudkan agar pengurus IPCLN dan perawat ruangan rawat inap, memahami berbagai hal berkenaan dengan CAUTI, baik cara mencegah hingga pencatatan dalam pelaporannya.

Sebab, CAUTI merupakan salah satu infeksi nosokmonial yang terjadi di rumah sakit akibat penggunaan kateker urin di Amerika. Menurut data National Healthcare Safety Network (NHSHN), prevalensi pasien infeksi saluran kemih (ISK) dengan menggunakan kateker urin mencapai 1.000 kejadian per hari.
Pasalnya, kejadian ISK ini merupakan yang tertinggi pada beberapa rumah sakit di Amerika yang angkanya mencapai 11 persen, sedangkan di Eropa bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 42 persen.

Hal inilah yang coba diantisipasi oleh komite PPI RSUD H Moh Anwar agar angka kejadian ISK akibat penggunaan kateter urin di RSUD bisa dicegah atau setidak-tidaknya ditekan.

Di samping itu, hal tersebut sudah diamantkan oleh Permenkes Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, kemudian Permenkes Nomor 45 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Surveilans, serta Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Maksimal.

Direktur RSUD H Moh Anwar Sumenep dr Fitril Akbar M. Kes menyampaikan, pihaknya mendukung dan mengapresiasi dilaksanakannya pelatihan tersebut. Sebab menurutnya, hal itu memang penting.

“Kami mengapresiasi Komite PPI karena sudah menyelenggarakan pelatihan CAUTI ini. Karena menurut kami sangat positif untuk pelayanan di RSUD. Pelatihan ini sangat tepat, supaya anggota PPI, khususnya pengurus IPCLN serta perawat bisa mempelajari, serta mampu menerapkan sesuai lingkup kerja dan tanggung jawab masing-masing,” terangnya.

Pelatihan yang berlangsung di ruang pertemuan Graha Bhakti Husada itu, diungkapkan Fitril bahwa peserta diharapkan mampu memahami tiga hal, antara lain cara mencegah CAUTI, mengetahui tata cara pemasangan dan perawatan pasien dengan kateter, dan juga bisa melakukan pencatatan pelaporan pasien dengan pemasangan kateter dan CAUTI.

“Oleh karena itu, Insya Allah dengan bimbingan Arya Rasi Putranto sebagai pemateri, serta dukungan dari Komite PPI dan Tim Akreditasi RS, kami yakin pelatihan akan bermanfaat sesuai dengan keinginan dan harapan. Sehingga RSUD ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik untuk ke depannya,” tukasnya. (ong/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *