Gelar Pendidikan Melek Media, FWP Hendak Luruskan Kesalahpahaman Publik Soal Pers


Gelar Pendidikan Melek Media, FWP Hendak Luruskan Kesalahpahaman Publik Soal Pers
(DOK. KM.ID) Forum Wartawan Pamekasan (FWP) gelar pendidikan melek media (PMM), di Aula Pendopo Wakil Bupati Pamekasan, Rabu (27/10/2022).

KM.ID | PAMEKASAN -- Forum Wartawan Pamekasan (FWP) melaksanakan Pendidikan Melek Media (PMM) ke-1 bertajuk "Pers dan Kesalahpahaman Publik' di Aula Pendopo Wakil Bupati Pamekasan, Kamis (27/10/2022).

Dalam kegiatan ini, FWP menghadirkan empat pemateri, Bupati Pamekasan, Ketua PWI Tabri, Ketua FWP Ongky Arista UA, dan Akademisi IAIN Madura Moh. Zuhdi.

Ketua PMM FWP Umarul Faruk mengatakan, kegiatan ini untuk membuka ruang diskusi antara masyarakat dan pemangku kebijakan dengan pers. 

Menurutnya, banyak kesalahpahaman di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Pamekasan. Beberapa orang yang bukan wartawan, kadang dianggap wartawan.

"PMM ini akan menjadi ruang diskusi yang bersifat klarifikasi atas hal tersebut," jelas Faruk.

Dia juga menegaskan bahwa salah satu elemen dari sembilan elemen jurnalisme adalah menyediakan forum publik untuk kritik dan mendorong dukungan warga. PMM ini adalah penerjemahan dari elemen tersebut.

"FWP memiliki visi-misi besar, dari sejak awal berdiri untuk menjadi organisasi yang fokus pada dua hal: studi pers dan hoaks. Kita punya gedung ini di Jalan Ronggosukowati sejak 2021 lalu. Nah, PMM juga bagian dari manifestasi studi pers," paparnya.

Faruk juga berharap, PMM ini menjadi ruang edukasi, koreksi dan juga kritik tentunya satu sama lain, termasuk pers dan pejabat publik.Sebab, wartawan tidak selamanya benar. 

"Mari koreksi. Pun, pejabat sebagai pemangku kekuasaan juga tidak semuanya benar dan pers berhak mengontrolnya. PMM ini jadi ruang dialog untuk hal itu. Untuk menyusun kebijakan publik ke depan" harapnya.

Kegiatan PMM ini digelar terbatas dengan melibatkan delegasi dari masing-masing OPD, pers, dan mahasiswa.

Redaktur: Sule Sulaiman