Gelar Petisi Penolakan RUU Penyiaran, Jurnalis Pamekasan: Kebebasan Pers Dibunuh Perlahan

News, Headline74 views

KABAR MADURA | Puluhan jurnalis di Kabupaten Pamekasan, melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan para insan jurnalis terhadap draf Revisi Undang-Undang (RUU) Penyiaran yang dinilai akan membunuh kebebasan pers.

Jurnalis Kabar Madura Mohammad Khoirul Umam menerangkan, terdapat dua pasal yang dianggap menciderai kebebasan pers dalam RUU Penyiaran tersebut.

Dua pasal tersebut yakni larangan penayangan produk jurnalis investigasi. Kemudian yang kedua sengketa jurnalistik yang dialihkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), bukan lagi ke Dewan Pers.

Baca Juga:  Jurnalis Pamekasan Sambangi DPR, Dewan Pers, dan KPI Tolak Revisi UU Penyiaran

“Kami menolak revisi UU Penyiaran No. 32 Tahun 2002. Karena revisi ini akan memandulkan langkah profesi kami sebagai jurnalis,” tegasnya, Jum’at (17/5/2024).

Menurut Irul, sapaan akrabnya, larangan penayangan produk jurnalis investigasi itu merupakan pembungkaman terhadap kebebasan pers.

Dia juga menjelaskan, apabila sengketa jurnalistik dialihkan ke KPI akan berpotensi ditunggangi oleh kepentingan-kepentingan pemerintah. Sehingga penyelesaiannya tidak independen.

Oleh karena itu, pihaknya bersama puluhan jurnalis juga meminta agar Pimpinan DPRD Pamekasan juga ikut mendukung aksi penolakan tersebut, melalui petisi yang dilayangkan oleh puluhan wartawan tersebut.

Baca Juga:  Pentingnya Kemerdekaan Pers dalam Meningkatkan Demokrasi

“Jika sampai disahkan RUU Penyiaran Itu akan membunuh kebebasan pers, kami Jurnalis Pamekasan tidak ingin itu terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Hermanto yang menemui aksi tersebut, menegaskan akan segera menindaklanjuti aspirasi dari puluhan jurnalis Pamekasan itu ke DPR RI.

“Secepatnya akan disampaikan ke pimpinan dan segera menindaklanjutinya ke pusat,” singkatnya.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *