Gelar PTM, DPRD Bangkalan Akan Rekomendasikan Sekolah untuk Menjadi Evaluasi Gubernur Jatim 

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) MENEGUR: Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bangkalan, kedapatan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Komisi D DPRD Bangkalan, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke setiap sekolah. Hasilnya, satu sekolah masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dan daftar ulang bagi siswa baru di masa pandemi Covid-19. Inspeksi tersebut dilakukan, berdasar laporan dari wali murid tentang penerapan pembelajaran tatap muka.

“SMAN 1 kedapatan menggelar tatap muka. Langkah kami, menegur keras dan menghentikan semua kegiatan tatap muka itu. Karena, saat ini masih pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, salah satu poinnya segala bentuk kegiatan tatap muka harus dihentikan,” ujar Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, saat ini seluruh masyarakat hidup di tengah wabah Covid-19. Sehingga, serba darurat dan emergency. Bahkan, menekan bagi setiap sekolah agar tidak menerapkan pertemuan tatap muka. Begitupula, pada kegiatan daftar ulang peserta didik baru. Sebab, pemberlakukan PPKM darurat serentak dirasakan seluruh masyarakat.

“Pedagang saja setiap malam disuruh tutup, semua sektor tidak bisa melakukan tatap muka. Sekarang ini, semua masyarakat menjerit dan tiarap demi menekan lonjakan Covid-19. Jangan membuat kluster baru,” geramnya.

Pihaknya menegaskan, meski SMAN bukan kewenangan daerah. Namun, kegiatan tersebut cukup berdampak buruk apabila terdapat salah satu siswa terpapar Covid-19. “Kalau nanti masih ditemukan tatap muka, kami akan rekomendasikan ke gubernur agar ditindaklanjuti dan dievaluasi langsung oleh provinsi,” ancamnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kasek) SMAN 1 Bangkalan Maria Ulfa mengakui, adanya kegiatan tatap muka. Menurutnya, kegiatan itu hanya untuk mengatur ruang kelas peserta didik baru, persiapan pembelajaran tatap muka (PTM) pada tanggal 12 Juli nanti. “Hanya daftar ulang, saya minta maaf jika dinilai melanggar aturan PPKM darurat,” sesalnya.

Pihaknya berjanji, akan menjadikan kesalahan kebijakan sebagai pembelajaran. Bahkan, akan menghentikan semua kegiatan tatap muka dan beralih ke daring. “Jadi mulai saat ini semuanya akan saya berhentikan. Memang kami salah, saya minta maaf atas kesalahan kami ini kepada bapak bupati, tim Satgas Covid-19 dan masyarakat Bangkalan,” paparnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *