Gelar PTM, Satgas Covid-19 Siapkan Sanksi untuk SMAN 1 Bangkalan

  • Bagikan
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) TIDAK DISIPLIN: Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bangkalan menggelar pertemuan tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Temuan komisi D DPRD Bangkalan, terkait pertemuan tatap muka (PTM) di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bangkalan akan berbuntut panjang. Sebab, pihak sekolah tidak mengindahkan pertemuan dengan tim satuan tugas (Satgas) Covid-19. Padahal sebelumnya, kepala sekolah (kepsek) berjanji akan menemui tim Satgas Covid-19.

Bahkan, saat ini tengah membahas sanksi atau penindakan yang akan diberikan terhadap pihak sekolah dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim wilayah Bangkalan. Hasil pembahasannya nanti, akan dilaporkan terhadap Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron. Hal tersebut diungkapkan Humas Satgas Covid-19 Bangkalan Agus Zein, Senin (12/7/2021).

Menurutnya, sekolah yang bernotabene unggulan seharusnya mematuhi ketentuan yang diberlakukan secara nasional. Yakni, tidak menggelar PTM di masa pandemi. Bahkan, hingga saat ini kepsek tidak menepati janji, setelah diketahui menerapkan PTM dari hasil inspeksi mendadak  yang dilakukan legislatif.

“Kalau tidak Kamis ya Jumat, saya lupa. Kepseknya janjian dengan kami untuk  konsultasi. Tapi, kami tunggu tidak datang. Dia juga ingkar janji, katanya mau ngirim surat, tapi sampai sekarang juga tidak ada,” kesalnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Cabdindik Jatim wilayah Bangkalan Moh Fauzi menjelaskan, hingga saat ini kegiatan sekolah tetap mengikuti aturan yang ada. Seperti, ditiadakannya tatap muka pada aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Semua kegiatan sekolah harus menggunakan daring hingga tanggal 20 Juli 2021.

“Kami sebenarnya sudah menghimbau semua sekolah untuk daring. Kami sudah mendapat laporan itu, dan kami sudah komunikasi dengan Komisi D DPRD Bangkalan. Kami sempat heran, kenapa kok masih ada  penerimaan peserta didik baru (PPDB). Padahal PPDB ini, seharusnya berakhir tanggal 2 Juni lalu,” ucapnya.

Baca juga  21 Kendaraan Pelat Merah Dilelang, Hasilnya Masuk ke PAD

Bahkan, sebelum sidak dilakukan, dari awal tidak ada koordinasi dan informasi kegiatan apapun dari SMAN 1 Bangkalan. Sehingga, usai mendapat laporan pada Kamis lalu, pihaknya konfirmasi ke SMAN 1 Bangkalan. Berdasarkan keterangan sekolah, yakni akan melakukan kegiatan tes potensi siswa. Padahal, tes tersebut tidak ada hubungannya dengan PPDB.

“Karena, PPDB sudah selesai. Tes potensi siswa ini dilakukan bagi kelas 10 untuk pemetaan masuk jurusan apa. Saya tanya lagi, katanya kegiatannya akan dilakukan hari Jumat dan Sabtu kemarin,” jelasnya.

Atas kejadian itu Fauzi menegaskan, telah melakukan tindakan berupa mengklarifikasi dan memberikan pembinaan. “Kami sudah beri teguran, penegasan pada sekolah untuk tidak melakukan kegiatan tatap muka. Karena kegiatan itu, memang murni kami tidak tau apalagi PPDB sudah selesai. Sanksinya bertahap, mulai teguran, kalau tetap diindahkan nanti ada sanksi administrasi dan sanksi bisa berlanjut,” tukasnya. (ina/ito)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan