Gelar Syukuran Jurnal Al Ihkam Terindeks Scopus, Rektor IAIN Madura: Pencapaian Luar Biasa!

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) BERPRESTASI: Pencapaian Jurnal Al Ihkam terindeks Scopus disambut bahagia oleh IAIN Madura dengan mengadakan tasyakuran.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Jurnal Al Ihkam yang dirintis sejak tahun 2006 lalu oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura sudah terindeks Scopus, karena standar jurnalnya sudah memenuhi kualifikasi yang jadi tolak ukur Scopus.

Scopus merupakan database jurnal terbesar di dunia. Di dalamnya meliputi database abstrak dan kutipan terbesar dari literatur peer-review: jurnal ilmiah, buku, dan prosiding konferensi yang berstandar internasional.

Bacaan Lainnya

Rektor IAIN Madura Dr. Mohammad Kosim menegaskan, jurnal Al Ihkam sendiri memfokuskan pada isu Fikih Islam, hukum dan ilmu-ilmu sosial tentang pluralitas dan nilai-nilai kehidupan di Asia Tenggara, yang terdiri dari studi agama, antropologi, kriminologi, ekonomi, sejarah, filsafat, ilmu politik, sosiologi dan psikologi sosial  studi lapangan dan literatur dalam bidang hukum dan pranata sosial,

Bagi Dr. Kosim, terindeks Scopus merupakan pencapaian yang luar biasa dari pengelola jurnal yang patut diapresiasi.

“Terima kasih kepada segenap tim editor, khususnya editor-in-chif, atas ikhtiar tanpa lelah sehingga berhasil mencapai target, terindeks Scopus,” paparnya, Kamis (12/8/2021).

Dr. Kosim menceritakan, pada tahun 2015 jurnal Al Ihkam mendapatkan akreditasi B oleh Kemenristekdikti. Pada tahun 2017 terakreditasi Sinta 2, sehingga pada bulan April kemarin IAIN Madura mengajukan untuk sedianya bisa terindeks Scopus,

Muaranya, pada 10 Agustus 2021 sudah bisa menjadi bagian dari 10 jurnal Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang terindeks Scopus dari jumlah total jurnal 58 di lingkungan PTKIN.

“Terima kasih kepada Direktur PTKI Kementerian Agama atas pembinaan terus menerus kepada para pengelola jurnal serta dukungan  moral dan finansial demi mewujudkan jurnal bermutu,” ulasnya.

Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menegaskan, pencapaian saat ini memberikan semangat baru bagi pengelola jurnal di IAIN Madura khususnya, dan pengelola jurnal di PTKI secara umum, untuk bisa terus berdaya saing dengan berbagai jurnal lainnya. Itu demi meningkatkan kualitas IAIN Madura menuju UIN Madura yang bermuara pada lahirnya profesor-profesor baru yang berkualitas.

“Pasca capaian ini, yang harus dilakukan tim editor adalah menjaga dan meningkatkan mutu menuju jurnal Q1,” ujarnya.

Sementara itu, Editor in Chief Jurnal Al-Ihkam Erie Hariyanto mengungkapkan, persiapan menuju Scopus dimulai sejak 2019. Terdapat beberapa langkah yang ditempuh. Sebut saja, menambah diversitas editor dan reviewer serta mengundang penulis luar negeri guna mengirimkan artikel terbaiknya, menerbitkan artikel-artikel dalam Bahasa Inggris dan Arab sesuai scope jurnal tentang kajian Islamic Jurisprudence dan kearifan lokal hukum Islam di kawasan Asia Tenggara dalam bidang sosial keagamaan, hukum, antropologi, sejarah, politik, ekonomi  dan kajian sosial.

“Dan meningkatkan kapasitas tim editor, penerjemah, dan proofreader,” urainya.

Proses submission ke Scopus dilakukan pada 28 April 2021, setelah mengikuti kegiatan Short Course Jurnal Internasional Bereputasi/Sinta-1 (JIBS) yang diselenggarakan Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan menyertakan sembilan artikel pilihan yang paling sesuai dengan Scope Jurnal Al-Ihkam mulai terbitan 2018-2020. Alhamdulillah, tidak sampai lima bulan, pada  10 Agustus 2021 bertepatan dengan tahun baru Islam 1443 H, Content Selection & Advisory Board (CSAB) secara resmi mengirimkan surel pemberitahuan bahwa proses review telah selesai dengan status accepted,” tukasnya. (rul/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *