oleh

Gelembungkan Data Siswa, Kacabdin Sumenep Blokir 7 Sekolah

Kabarmadura.id/Sumenep-Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Sumenep Sugiono Eksantoso mengaku tidak segan-segan memblokir Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang dengan sengaja melakukan penggelembungan data siswa.

Menurutnya, sekolah yang paling mendominasi pelanggaran ini berada di daratan. Padahal, di daratan, potensi untuk diketahui oleh publik sangat besar.

“Saya tidak mau main-main dalam mengambil kebijakan. Saya turun langsung untuk melakukan klarifikasi, bukan hanya berdasarkan laporan saja. Jika terbukti pasti saya blokir, saya tidak pandang bulu, mau sekolahnya siapa saya tidak peduli. Karena itu yang menyebabkan peringkat pendidikan Sumenep jelek di Jatim,” katanya, kemarin.

Sugiono menyebutkan, ada 7 sekolah yang sudah diblokir karena menggelembungkan data siswa ini. Ketujuh sekolah yang sudah diblokir tersebut terdiri dari tiga SMA dan empat SMK yang berada di daratan semua. Setelah diblokir, ketujuh sekolah tersebut dipastikan tidak akan mendapatkan bantuan apapun.

Selama ini, setiap SMA atau yang sederajat mendapatkan dua bantuan, yakni bantuan operasional sekolah (BOS) dan biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BOPP). Dana BOS setiap siswa Rp1,4 juta, sementara untuk BOPP Rp70 ribu setiap bulannya, sedangkan untuk SMK lebih tinggi dananya yaitu sebesar Rp110 ribu persiswa.

“Sementara gurunya saya perhatikan di tujuh sekolah itu sama sekali tidak sejahtera, memangnya uangnya untuk apa. Makanya saya tidak toleransi pelanggaran seperti itu. Jika sudah diblokir ya tidak akan dapat apa-apa. Saya tidak peduli itu sekolahnya siapa, salah satunya milik dewan pendidikan, saya juga blokir,” imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi lV DPRD Sumenep menyampaikan, apa yang dilakukan oleh Kacabdin tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sumenep. Sehingga lembaga pendidikan tidak dijadikan sebagai lahan untuk memperkaya diri sendiri.

“Termasuk dalam dunia pendidikan kami akan mengawasi, karena memang pendidikan yang paling urgen dalam pengembangan SDM di Sumenep ini,” paparnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed