Geliat Pariwisata Bangkalan Terkendala masterplan Setiap Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) BARU: Wisata Kutai Sukbar yang ada di Labang menampilkan panorama jembatan Suramadu dari pesisir pantai.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Geliat pariwisata di Bangkalan mulai dikembangkan. Meski tidak wajib menjadi pariwisata milik Pemerintah Kabupaten Bangkalan, pengembangannya masih terkendala masterplan di setiap desa.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bangkalan Kholifi Aziz mengatakan, akan ada lima hal yang dikembangkan di wisata Bangkalan, yakni wisata religi, wisata alam, wisata budaya, wisata buatan dan wisata kuliner.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah desa harus juga membantu dengan membackup, bisa melalui dana desa atau ADD-nya,” katanya, Senin (17/1/2020).

Salah satunya yakni dengan membuat masterplan atau potensi wisata lokal yang harus dikembangkan. Minimal, desa harus memiliki dokumen yang dibuat bersama dengan perangkat desa berupa masterplan.

Sejauh ini, masterplan tersebut yang ada di setiap desa yang memiliki potensi pariwisata belum dibuat.

“Mereka hanya bentuk pokdarwis, sedangkan masterplannya masih dalam proses dan justru wisatanya dibentuk duluan,” ujarnya.

Kholifi melihat, pariwisata Bangkalan yang dikelola oleh pemerintah desa mulai dari ujung pesisir yakni Tanjung Bumi hingga Labang. masterplannya masih belum tersentuh, namun wisatanya sudah berjalan.

“Kami sebenarnya dari pokdarwis pusat siap membackup untuk membantu membantu pembuatan masterplan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Muhammad Hasan Faisol menuturkan, wisata di Bangkalan akan dimaksimalkan di masing-masing desa untuk dikelola melalui BUMDes. Dengan begitu, desa bisa mendapatkan pendapatan.

“Oleh karena itu, kami mengutamakan pengelolaan ke desa. Jika dikelola kami, kami takutnya desa kurang semangat mengembangkan wisata,” jelasnya.

Pihaknya akan memfasilitasi pengembangan pariwisata di Bangkalan. Mulai dari penggratisan perizinannya dan rekomendasi pendirian wisata.

“Kami hanya bisa fasilitasi saja, kami tawarkan apa yang mereka butuhkan. Kami harapkan mereka juga bisa menyumbang sedikit PAD,” tandasnya. (ina/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *