Gelombang Rossby Ancam Warga Pesisir di Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) SIAGA: Beberapa petugas berada di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN  – Kondisi peralihan musim di kabupaten Bangkalan tidak seperti biasanya. Yakni, terjadi pasang surut air laut yang mengakibatkan adanya gelombang equatorial rossby. Sehingga, warga  yang berada di pesisir dihimbau agar siaga. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan Rizal Morris, Selasa (1/5/2021).

Menurutnya, sejak 23 Mei lalu hingga saat ini sering terjadi hujan di beberapa wilayah kecamatan. Sebab, tengah berada di masa peralihan musim penghujan ke kemarau. Bahkan, terdapat beberapa faktor yang mengakibatkan tetap terjadi hujan deras saat cuaca panas.

Bacaan Lainnya

”Terjadinya hujan di musim kemarau di kabupaten Bangkalan disebabkan oleh gelombang equatorial rossby,” terangnya.

Pihaknya menjelaskan, jenis gelombang tersebut merupakan  gelombang inersia (kelembaman) yang terjadi secara alami dalam cairan yang berputar. Equatorial rossby waves ini termasuk pada gelombang atmosfer yang bergerak ke arah barat di sepanjang wilayah ekuator (20LU – 20LS) dengan periode kurang dari 72 hari.

“Bangkalan adalah salah satu yang dilewati gelombang tersebut, jadi kami minta agar warga lebih waspada,” paparnya.

Ditegaskan, umumnya gelombang tersebut bisa bertahan 7 hingga 10 hari di wilayah Indonesia. Keberadaan gelombang rossby masih akan terus berada khususnya di wilayah Pulau Jawa hingga beberapa hari mendatang. “Kami masih menunggu rilis lanjutan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, jadi kami juga belum memastikan kapan masa gelombang ini akan selesai,”  tegasnya.

Sehingga, beberapa hari dalam minggu terakhir ini masih terjadi adanya hujan walaupun sudah memasuki peralihan ke musim kemarau. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada saat musim pancaroba ini. “Ini mungkin jadi salah satu yang unik, tapi ini juga beresiko, salah satunya bagi yang berada di wilayah pesisir, mereka harus siaga dengan pasang surutnya air laut,” ulasnya.

Terlebih lagi kata Rizal, gelombang tersebut ditandai dengan kondisi udara terasa panas, arah angin tidak teratur, dan kadang turun hujan dalam waktu singkat dan sangat lebat yang disertai angin kencang dan petir. Sehingga hal tersebut juga masih berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi. Mulai dari banjir, longsor dan cuaca ekstrim.

“Kami juga menerima laporan dari warga pesisir kalau gelombang air laut juga tidak beraturan,” ungkapnya.

Salah satu warga Desa Kamal Hasanul Mubarok menjelaskan, bahwa dalam beberapa minggu terakhir, air laut di Kamal sangat surut, bahkan tidak wajar seperti biasanya. Selain itu, juga mengalami pasang, dan membuat lingkungan sekitar juga terendam air. “Kami merasa ini sesuatu yang tidak wajar, sehingga kami merasa khawatir,” tukasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *