Genap Berusia 20 Tahun, UTM Bersiap Fokus Kembangkan 6 Sektor Madura

  • Whatsapp
(FOTO: HUMAS UTM FOR KM) Dr. Drs., Ec. H. Muh Syarif, M.Si: Rektor Universitas Trunjoyo Madura (UTM)

KABARMADURA.ID,  BANGKALAN-Universitas Trunojoyo Madura (UTM) genap berusia 20 tahun. Dalam perjalanannya, telah banyak  berkontribusi memajukan pendidikan tinggi di Madura.

Perguruan tinggi negeri pertama di Madura tersebut, merayakan dies natalis ke-20 pada 5 Juli 2021 ini. Di usia ke-20 ini, UTM akan fokuskan pengembangan pada enam sektor potensi Madura.

Rektor UTM Dr. Drs., Ec. H. Muh Syarif, M.Si menyampaikan, pengalaman yang telah dimiliki UTM selama 20 tahun, telah memberikan kepercayaan bagi mitra, baik di Madura maupun di luar Madura untuk tetap menjalin kerja sama.

Kampus negeri yang disahkan Presiden RI K.H. Abdurahman Wahid melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85 Tahun 2001 tersebut, mengemban misi yang mulia, yaitu pemerataan akses pendidikan tinggi. UTM tidak hanya menjangkau mahasiswanya di pelosok Madura, tetapi juga menjangkau luas di luar Madura.

Enam)sektor potensi Madura yang akan dikembangkan meliputi, komoditas garam dan tembakau, sektor pangan (jagung, singkong, tebu, sapi dan hasil laut), sektor energi (migas dan energi terbarukan), sektor pendidikan (formal, informal dan non formal), sektor sosial, tenaga kerja dan wanita, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Keenam sektor ini dijadikan sebagai landasan berpijak UTM dalam menyelesaikan persoalan kontekstual yang terjadi di Madura dan berdampak secara nasional,” ulas Muh Syarif.

Kata Syarif, strategi UTM dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, menggunakan pendekatan starting from the end dan problem based learning.  Pendekatan starting from the end merupakan pendekatan dalam melaksanakan seluruh bagian program dengan menerapkan strategi pendekatan dimulai dari bagian akhir.

Starting from the end diawali dengan pemetaan berbagai permasalahan sesuai kebutuhan UTM untuk mewujudkan peningkatan kemajuan dan kesejahteraan Madura.

Sedangkan pendekatan problem base learning merupakan cara penyajian bahan kuliah dengan menjadikan masalah sebagai titik tolak pembahasan untuk dianalisis dan disintesis dalam usaha mencari pemecahan atas persoalan yang terjadi di Madura.

Hal itu dilakukan agar secara vertikal selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi terkait Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN RB, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, dan Kementerian Keuangan.

Outcome yang diperoleh merupakan proses alih teknologi dan inovasi-inovasi baru tersebut dilakukan dalam rangka implementasi Tri Dharma UTM agar dapat memberikan nilai tambah terhadap potensi lokal di Madura.

Harapannya, UTM tidak hanya menjadi “menara gading” yang hanya unggul secara akademis namun tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap masyarakat. Sebaliknya, UTM akan menjadi “menara air” yang akan bermanfaat bagi masyarakat dengan tetap menjalankan tugas utamanya.

Outcome berikutnya adalah UTM bisa menyelesaikan problem di masyarakat. UTM harus memberikan manfaat kepada masyarakat. Dalam hal ini melalui peran dosen maupun mahasiswa.

“Para dosen bersama mahasiswa terus menggalakkan riset dan pengabdian pada masyarakat untuk menggerakkan potensi lokal yang ada di desa-desa,” jelas pria asal Sampang itu.

Tujuan dari dies natalis ini, lanjut Syarif, adalah menjalin kebersamaan dengan nuansa kekeluargaan yang harmonis. Selain itu, menjadi manifestasi dari rasa syukur kepada Allah ta’ala.

Harapannya, semakin terjalin suasana harmonis dalam nuansa kebersamaan di kalangan civitas akademika maupun dengan pihak eksternal, supaya mendorong percepatan tumbuhnya atmosfer akademik,  kreatif, inovatif, mandiri dan sikap solutif.

“Ini akan memperkuat posisi UTM dalam mengoptimalisasikan kontribusinya dengan  potensi yang dimiliki untuk kejayaan bangsa dan negara,” tegasnya . (hel/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *