Gencar Sosialisasi Hukum ke Desa dan Sekolah, LBH Pusara Aktif Ciptakan Bibit Unggul,

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) PRODUKTIF: Anggota Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (Pusara) saat memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat.

KABARMADURA.ID – Profesi advokat merupakan salah satu profesi yang cukup membanggakan. Karena advokat bisa memberikan pembelaan hukum bagi orang-orang yang membutuhkan. Itulah komitmen Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pusat Advokasi Masyarakat Nusantara (Pusara) M. Alfian.

ALI WAFA, Pamekasan

Bacaan Lainnya

LBH Pusara merupakan salah satu lembaga bantuan hukum yang cukup populer di Bumi Gerbang Salam. Siapa yang tak kenal LBH Pusara. Lembaga ini, terbilang cukup produktif. Sebab, puluhan orang jebolan LBH Pusara kini menjadi advokat profesional.

Sedikitnya, 11 orang anggota LBH Pusara telah resmi menjadi advokat profesional, setelah menjalani magang di LBH Pusara selama dua tahun, kemudian mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan diambil sumpah oleh Pengadilan Tinggi Jawa Timur.

LBH Pusara sendiri beridiri selama enam tahun, sejak tahun 2015. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2015. Pada 17 Juli 2017, LBH Pusara mendapat pengakuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia  Republik Indonesia (Kemenkumham RI).

“Jadi ada kewajiban, bagi pengacara, praktisi hukum atau ahli hukum untuk membentuk lembaga bantuan hukum non profit,” ucap Direktur LBH Pusara M. Alfian.

Pada mulanya, sebanyak 11 mahasiswa fakultas hukum di salah satu perguruan tinggi negeri di Madura magang di LBH Pusara. Kini, 11 orang tersebut telah menjadi advokat profesional. Tiga orang di antaranya menjadi advokat di Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Untuk bisa menjadi anggota LBH, harus pengacara, atau sarjana hukum, atau mahasiswa jurusan hukum. Dalam mendidik mereka, setiap hari Jumat pihaknya mengajak sosialisasi hukum kepada masyarakat di desa-desa dan ke sekolah-sekolah setiap hari Selasa.

“Program kami, menciptakan bibit unggul untuk menjadi advokat,” ujarnya.

Dia menanamkan wawasan kepada mereka, agar profesi advokat tidak selalu dikonotasikan negatif dengan uang.

“Rezeki itu tidak harus uang. Tapi rejeki juga merupakan sesuatu yang bermanfaat kepada orang lain dengan bantuan hukum,” tangkasnya.

Pihaknya berharap, LBH Pusara memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada masyarakat tidak mampu yang membutuhkan perlindungan hukum. Dia juga berharap, anggota LBH tidak selalu berpikir soal uang dalam memberikan perlindungan hukum.

“Karena LBH ini milik publik. Saya berharap bisa terus berpihak kepada masyarakat tidak mampu,” pungkasnya. (maf)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *