oleh

Gencarkan Sosialisasi, Harapkan Pekerja Digaji Sesuai UMK

Kabramadura.id/Sumenep– Upah Minimum Kabupaten (UMK) di Kabupaten Sumenep memang sudah naik. Namun, banyak perusahaan yang belum sanggup menerapkan kenaikan UMK yang telah ditetapkan pemerintah provinsi berdasarkan keputusan gubernur Jawa Timur Nomor: 188/568/KPTS/013/2019.

Hal ini diakui Kepala bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumenep Ach. Kamarul Alam. Menurutnya, dari 29.426 karyawan di Sumenep, tidak semuanya dapat menikmati kenaikan UMK tersebut.

“Jumlah karyawan yang tercatat itu adalah dari perusahaan formal swasta dan di luar karyawan UMKM,” ujarnya Kamis (02/01/2020)

Dijelaskan, karyawan yang gajinya masih di bawah UMK, rata-rata bekerja di perusahaan kecil. Untuk perusahaan menengah ke atas, sudah membayar gaji sesuai UMK. Perusahaan kecil yang dimaksud ialah perusahaan yang jumlah karyawannya di bawah 25 orang, seperti toko, warung makan dan sejenisnya. Jumlah karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan kecil jumlahnya sekitar 18 ribuan.

“Kami berusaha di tahun 2020 ini akan terus melakukan sosialisasi pada perusahaan di Sumenep, agar karyawannya digaji sesuai UMK,” ujarnya.

Diketahui , penetapan kenaikan UMK 2020 telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa sejak tanggal 20 Nopember 2019. Hal tersebut berdasarkan surat edaran yang diterima Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumenep. Penetapan tersebut berdasarkan keputusan gubernur Jawa Timur Nomor: 188/568/KPTS/013/2019. Khusus Kabupaten Sumenep, UMK tahun 2020 sebesar Rp1.954.705,75, sementara tahun 2019 adalah Rp1.801.406. (imd/pai)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed