Gendeng Komunitas Motor dan Kembangkan Fasilitas Pantai Secara Mandiri

  • Whatsapp
(FOTO: : KM/IST) KERJA SAMA: Beberapa komunitas club sepeda motor saat mengadakan kegiatan di Pantai Tengket, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Menghidupkan wisata pantai secara mandiri tentu banyak hal dan cara yang harus dilakukan. Selain gencar melakukan sosialisasi, juga mengandeng berbagai komunitas motor menjadi salah satu cara dalam mempertahankan dari ancaman penutupan.

HELMI YAHYA, SEPULUH

Bacaan Lainnya

Pantai Tengket di Desa Tengket, Kecamatan Sepuluh adalah cerminan untuk mempertahankan dari ancaman penutupan, Pengelola wisata dituntut terus memutar otak, berbagai cara dan strategi dilakukan agar pantai yang sebelumnya sempat ramai dikunjungi wisatawan tetap bisa bertahan dan tidak ditutup.

Pantai yang sebelumnya digencarkan promosi sebagai wisata pantai dan religi, kini tengah berjuang agar terus bertahan. Sebab, biaya operasional yang digunakan juga tengah mengalami penyusutan. Sehingga beberapa fasilitas yang sudah mulai rusak digulung angin belum sempat diperbaiki dan dibangun kembali.

Padahal wisata pantai yang dikabarkan pernah menjadi petilasan Syaikhona Muhammad Kholil pernah sampai penuh, dan kewalahan karena menerima ribuan wisata yang datang pada saat itu. Tetapi kemudian setelah beberapa insiden, pantai kemudian menjadi sepi. Bahkan nyaris ditutup.

”Beberapa bulan lalu, saat ramai-ramainya, kami sampai kewalahan, tapi sekarang sudah mulai sepi, mungkin karena fasilitasnya tidak kunjung dibenahi,” papar Mahfud salah satu petugas keamanan Pantai Tengket.

Sejak saat itu pengelola mulai melakukan inovasi. Salah satunya bertujuan agar pantai tersebut tidak sampai mati dan ditutup. Sebab, selain menelan kerugian, ada belasan warung dan kepala keluarga yang juga akan kehilangan usahanya.

”Kalau kami tetap tidak punya solusi, kami akan tutup dan rugi, pun juga para pengusaha kecil yang ada disekitar sini,” paparnya.

Akhirnya pantai kemudian difasilitasi untuk tempat berkemah, dan juga untuk acara-acara komunitas sepeda motor. Sebab, menurutnya, tren berfoto di wisata dengan hobi adalah salah satu yang sangat pas. Sehingga untuk lebih meningkatkan minat, Mahfud kemudian mencoba jaringan kepada beberapa komunitas sepeda motor di Bangkalan.

”Saya kira mereka yang hobinya berkelompok, dan memiliki komunitas punya peluang besar untuk kita fasilitasi agar nyaman di pantai ini,” ulasnya.

Sedangkan menurut pengelola Pantai Tengket Subadar, potensi untuk meraih keuntungan terbesar adalah melalui pembangunan di sektor wisata. Kemudian juga dengan dukungan jaringan komunitas. Sebab, jika sebelumnya pantai selalu sepi. Minimal saat hari libur pantai harus penuh.

”Kami akhirnya mencari, menawarkan kunjungan dengan sistem potongan, kemudian menyediakan lokasi yang sekiranya membuat mereka nyaman, agar mereka betah dan menambah keuntungan bagi para pengusaha kecil itu,” jelasnya.

Ekonomi masyarakat lebih menjanjikan melalui pemanfaatan dan pembinaan usaha kecil. Selain itu jumlah pengangguran juga akan berkurang. Sebab, kata Badar, selain menguntungkan dan jangka panjang, wisata itu dapat memutus mata rantai pengangguran untuk pemuda.

”Kalau ada wisata, mereka kan harus kreatif untuk mencari keuntungan, jadi kami ingin itu segera terjadi,” tuturnya.

Dirinya mengharapkan agar wisata yang hendak di Bangkalan terus berkembang. Asalkan memang harus diseriusi. Badar yakin keuntungan tetap bisa didapatkan walaupun harus menggndeng dan memberikan fasilitas potongan pada komunitas yang datang. ”Sambil lalu berbenah, kami kemungkinan akan menjalin kerjasama agar wisata terus bisa ramai,” pungkasnya. (km 59)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *