Gerak Cepat Demi Keselamatan Karyawan

  • Whatsapp
KM/

Kabarmadura.id/Pamekasan-Sebagai upaya menekan penyebaran wabah Covid-19 dan menunjang keselamatan pekerjanya, sejumlah unit usaha dalam naungan Kelompok Usaha Produktif (KUP) Pojur mulai melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan, Senin (23/2/2020).

Dimulai di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), 1 bengkel perbaikan tabung, dan 1 Stasiun Pengisian Bahan Bakal Elpiji (SPBE). Termasuk di tiga kantornya di Sumenep, Pamekasan, dan Sampang serta titik-titik rawan lain.

Pada penyemprotan pertama, Direktur Executive Committee (Exco) KUP Pojur Agus Suryawan yang memantau langsung penyemprotan mengatakan, telah menghabiskan sekitar 90 liter cairan disinfektan.

Pria yang familiar disapa Wawan ini juga telah menginstruksikan untuk menjadwalkan penyemprotan cairan pembunuh virus itu secara rutin. Rencananya, penyemprotan tersebut tidak hanya akan dilakukan sekali. Namun, selama kondisi belum kondusif, bakal rutin dilakukan setiap hari Senin.

“Kami sudah komunikasi dengan direktur operasional sini (KUP Pojur di Pamekasan),  Pak Hadiri. Kami akan lakukan penyemprotan paling tidak sepekan sekali, dari masing-masing usaha,” imbuhnya.

Upaya tersebut, juga dalam rangka bersinergi dengan program Pertamina yang tengah getol-getolnya memerangi penyebaran Covid-19. Wawan uga meminta kepada masing-masing operator untuk melayani konsumen dengan menggunakan sarung tangan dan masker.

“Ini upaya KUP Pojur untuk bersinergi dengan program Pertamina. Harapan Pertamina, wabah corona ini tidak menyebar, sehingga kami melakukan penyemprotan. Kepada seluruh operator kami, pada saat bertugas melayani masyarakat, melayani konsumen, harus menggunakan masker dan sarung tangan,” uar dengan tegas Wawan.

Sementara itu, Direktur Operasional KUP Pojur Hadiri juga mengimbau agar tidak  bertransaksi menggunakan uang tunai. Namun, bisa dilakukan via transfer, guna menghindari kontak dengan virus yang menempel di uang tunai.

“Saya berharap kepada pelanggan SPBU sekiranya menggunakan link untuk mengurangi pembayaran secara langsung dengan uang tunai, karena bagaimanapun juga dikhawatirkan ada virus di uang tunai itu.  Sales ataupun supir tidak boleh membawa uang tunai, apapun alasannya, harus disetor langsung melalui transfer,” tutup Hadiri. (idy/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *