Gerak Cepat Layanan Call Center 112 Sumenep, Langsung Kirim Air di Lokasi Kekeringan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HUMAS FOR KM) TURUN LANGSUNG: Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyalurkan sendiri bantuan air bersih.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Aduan kekeringan dari masyarakat melalui layanan call center 112 tentang krisis air bersih di Dusun Bato Guluk, Desa Basoka, kecamatan Rubaru, langsung ditanggapi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Dalam program inovatifnya itu, Bupati Fauzi turun langsung ke lokasi untuk memastikan dropping air tiba sesuai sasaran.

Call center 112 merupakan refleksi tagline Bismillah Melayani yang kini direalisasikan Bupati Sumenep Ahmad Fauzi dan Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifa. Call center 122 menerima dan siap melayani seluruh aduan masyarakat selama 24 jam.

Bacaan Lainnya

Layanan dari adua masyarakat itu akan langsung ditindaklankuti oleh dinas terkait. Misalnya jika aduan tentang kekeringan, maka mengintruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep untuk melakukan dropping air bersih.

Pantauan Kabar Madura di lokasi, orang nomor satu di Kota Keris ini selain menyalurkan sendiri air bersih dari dua tangki, sekaligus menyapa masyarakat setempat dengan membagi-bagi sembako, hand sanitazer dan masker pada Jumat (27/8/2021).

Saat mobil tangki yang berisi air bersih tiba di lokasi, masyarakat langsung mulai berdatangan. Mereka membawa ember, jeriken dan wadah lain untuk membawa air bersih ke rumahnya masing-masing.

Politisi muda PDIP Sumenep ini mengatakan, untuk mengatasi krisis air bersih di dusun tersebut, selain dropping sementara, pihaknya akan memberikan bantuan untuk pengadaan tandon yang nantinya bisa dipakai untuk menampung air bersih yang disuplai oleh instansi terkait.

“Jika tidak ada tandon suplai air bersih selain lama ternyata tumpah-tumpah, sehingga kami segera bikinkan tandong, bantuan air dari pemerintah bisa ditampung di tandon, dan masyarakat bisa mengambilnya. Nanti suplainya bisa dua atau empat hari sekali. Itu akan lebih efisien,” jelas Fauzi.

Sementara untuk jangka panjang pihaknya akan mencoba melakukan pengeboran di lokasi yang diperkirakan ada sumber airnya. Jika berhasil, maka selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat juga bisa memanfaatkannya untuk pertanian, sebab dia memerhatian lokasi sekitar ternyata bagus untuk pertanian.

“Karena untuk pengeboran di sini juga sulit. Cenderung keluar gas. Tapi tadi pak kadesnya menyampaikan bahwa ada titik yang kemungkinan ada sumber airnya. Insya Allah kalau anggarannya memungkinkan, kami akan lakukan pengeboran tahun ini,” imbuh suami Nia Kurnia Fauzi itu.

Fauzi ditemani jajaran protokol dan BPBD Sumenep juga akan membantu pembangunan jangka panjang, terlebih untuk penanggulangan kekeringan.

Sementara itu, Abdurrahman, warga yang menelpon ke layanan call center mengucapkan terima kasih langsung kepada bupati Sumenep karena telah merespons langsung pengaduan.

Pria berusia sekitar 35 tahun itu dibuat kaget, dia tidak menyangka aduan yang dibuat dirinya melalui call center 112 sekitar pukul 08.00 WIB pagi pukul 09:30 langsung diantarkan langsung oleh Achmad Fauzi.

“Kami tidak menyangka dilayani seistimewa ini. Masyarakat di sini kesulitan mendapat air bersih untuk keburuhan sehari-hari, seperti untuk diminum, memasak dan mencuci. Untuk mendapat air bersih harus mencari, yang jaraknya sekitar satu kilometer,” papar Abdurrahman. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *