oleh

Gerakkan 23 Posko untuk Terapkan Protkes

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Desa Pabian aktif dalam pencegahan Covid-19. Saat ini telah menjalankan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan Pembentukan Posko Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Covid-19.

Kepala Desa Pabian Zulfikar Ali Mustakim mengatakan, saat ini telah membangun 23 posko, disesuaikan dengan banyaknya RT di Desa Pabian. Pelaksanaan sudah dilakukan pada 9/2/2021 hingga 22/2/2021 “Alhamdulillah pelaksanaan berjalan sesuai harapan,” katanya, Selasa (23/2/2021).

Pelaksanaan tersebut untuk mencegah mata rantai Covid-19 yang dijaga ketat warga setempat. Arahan serta pengayoman terhadap masyarakat juga ditingkatkan. “Kita membatasi kegiatan dan pergerakan bukan hanya untuk mensukseskan program atau imbauan pemerintah. Namun, juga demi kesehatan kita, keluarga, dan lingkungan kita,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sedikit banyak sudah tercapai keberhasilan dengan penurunan daya jangkit Covid-19, namun tidak hanya berhenti di sana, perlambatan daya jangkit Covid-19 harus tetap diteruskan dengan mempersempit pergerakan. “Tentu saja hal kecil ini memiliki pengaruh besar pada seluruh masa depan kita,” ucap pria yang disapa Zulfikar itu.

Harapannya, semua kegiatan yang diarahkan pihaknya dapat dilakukan secara terintegrasi dengan Satgas Covid-19 di desa maupun di tingkat kabupaten. “Kami sama-sama membentengi desa kita dari  penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Sebelumnya, Komandan Kodim 0827/Sumenep Letkol Inf Nur Cholis mengatakan, posko di tingkat desa atau kelurahan diperlukan sebagai sarana dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19, agar lebih tepat sasaran di tingkat mikro. Posko yang dipimpin oleh kepala desa atau lurah dalam kegiatannya melibatkan beberapa SDM diantaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, tenaga kesehatan, relawan, PKK, dan Karang taruna.

“Di tingkat desa, posko ini berfungsi sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 dalam skala mikro, dilaksanakan dengan pendekatan kesepakatan, komunitas, gotong royong, kompak, dan adaptif,” tegasnya.

Ia menjelaskan, posko penanganan Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan memiliki empat aspek penting, yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung. Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 3M, serta pembatasan mobilitas. Aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment hingga penanganan dampak ekonomi lewat bantuan langsung tunai (BLT) desa.

“Aspek pembinaan berupa upaya penegakan disiplin dan pemberian sanksi. Lalu, aspek pendukung lainnya yaitu pencatatan dan pelaporan, sosialisasi, dan dukungan logistik,” pungkasnya. (imd/maf)

Komentar

News Feed