oleh

Gerakkan Koloman untuk Kesejahteraan Petambak Garam

KABARMADURA.ID, Sumenep – Aliansi Masyarakat Garam (AMG) merupakan komunitas warga Sumenep yang mengkhususkan keanggotaannya pada petani garam.  Diskusi dan rembuk para petani garam, mereka fasilitasi melalui kegiatan koloman yang rutin digelar setiap minggu.

Segala informasi tentang garam, menjadi materi diskusi selain juga diisi dengan yasinan. Menariknya, arus informasi tentang garam, mereka diskusikan agar bisa menjadi penguat bagi petani garam untuk bargaining harga garam.

Abdul Hayat, yang ditunjuk sebagai koordinator AMG, menceritakan bahwa paguyuban tersebut  berdiri pada 2010. Awalnya, bukan berupa koloman, tetapi gerakan massa organik petani garam yang kala itu merasakan ketidakadilan akan harga pembelian garam oleh perusahaan-perusahaan penyerap garam rakyat.

Seiring berkembangnya waktu, dan perjuangan untuk menaikkan tarif dasar harga garam terus berlanjut, mereka akhirnya menjadikan sebagai pertemuan rutin berbentuk koloman. Dari koloman AMG tersebut, mereka juga mengembangkan aksi-aksi sosial dengan memberikan santunan pada anak yati.

“Kami berharap keberadaan AMG menjadi penyemangat bagi petani garam yang sebagian sudah mulai hilang semangat karena harga yang  sangat merugikan,” ungkap Abdul Hayat.

AMG juga melakukan gerakan dengan mengkomunikasikan pada pemerintah. Sehingga, segala kebutuhan termasuk alat produksi, geomembran dan kebutuhan lainnya juga difasilitasi.

“Selain berkomunikasi pada pemerintah, juga terkadang patungan untuk kebutuhan para petambak,” paparnya.

AMG bergerak bukan hanya di Sumenep. Bahkan, terkadang melakukan aksi besar besaran pada pada pemerintah pusat untuk memperjuangkan harga garam dengan bergabung dengan asosiasi garam se Madura. “Kegiatan kerja bakti di sekitar Sumenep juga kami agendakan dalam setiap bulannya,” tandasanya.

Kajian AMG juga memberikan penyadaran terhadap masyarakat. Serta ilmu kegaraman. Misalnya, meneganai kandungan gizi dan lainnya. Misalnya, Kadar NaCI (KP) juga dijelaskan apakah garam masuk KP1 ataupun masuk KP3.

“Semua kegiatan yang berkenaan dengan garam misalnya pelatihan juga diagendakan dalam 3 bulan sekali,” tuturnya. (imd/bri)

 

Komentar

News Feed