Gerbang Sekolah di Pragaan Sumenep Dipakai Jualan Kambing

Uncategorized110 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Aktivitas Pasar Pragaan yang meluber hingga halaman sekolah belum juga ada langkah pembenahan.

Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menilai, Dinas Koperasi, Usaha  Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM PP) Sumenep dinilai kurang perhatian dengan masalah yang berdampak terhadap aktivitas pendidikan itu.

“Apalagi sampai mengganggu aktivitas sekolah di sebelah timur pasar itu, semestinya itu disiasati solusinya oleh dinas terkait. Apalagi itu sudah lama dan sempat ramai di publik,” kata dia.

Kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, lantaran juga berfungsi sebagai pasar hewan, kerap terjadi aktivitas transaksi jual beli hewan di pintu masuk sekolah di depan pasar tersebut. Kondisi itu cukup mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah itu.

Baca Juga:  Pelatih Madura United Apresiasi Anak Asuhnya sebagai Salah Satu Tim dengan Pertahanan Terkuat

Selain itu, melubernya aktivitas pasar tersebut juga berdampak pada kemacetan lalu lintas, karena pasar tersebut berada di pinggir jalan raya Pragaan-Sumenep. 

“Mestinya ada solusi, misalnya dulu ada upaya pembebasan lahan di sebelah selatan pasar yang beroperasi setiap hari Rabu itu, sehingga hal itu tentu bisa direncanakan dan ditindaklanjuti,” tegas Juhari.
“Ketika kami lewat itu, kambing-kambing itu berada di pintu gerbang sekolah, kan itu jelas mengganggu. Agak miris, makanya penting untuk menjadi atensi itu,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Diskop UKM dan PP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, kondisi iti pernah dibahas tetapi memang banyak yang lebih utama, apalagi yang menjadi pertimbangan untuk melebarkan kapasitas pasar itu adalah pasar mingguan.

“Masih belum ada progres untuk pasar Pragaan, rencananya mau diajukan tetapi masih ada yang lebih utama, misalnya Pasar Anom masih banyak yang harus dibenahi,” paparnya.
Dikatakan pula, mengenai keluhan berupa kemacetan lalu lintas, hal itu dinilai masih wajar. Alasannya, hanya terjadi satu kali di setiap pekan. Sehingga rencana pelebaran pasar tersebut dengan pembebasan lahan diabaikan terlebih dahulu.
Meski lahan yang berada di sisi selatan pasar itu merupakan tanah desa dan pernah direncanakan, akan coba dilobi. Termasuk kondisi parkir pasar yang masih minim juga sempat menjadi pembahasan. 

Baca Juga:  Praktisi Sebut Perda Tembakau Rancu, DPRD Pamekasan: Sah Menggunakan Nama Madura!

“Dicicil dulu karena memang anggarannya tida ada masih,” imbuhnya. 

Sekadar diketahui, berdasarkan pantauan Kabar Madura, aktivitas pedagang pasar meluber hingga ke area SDN Pragaan Laok I. Bahkan, kondisi itu sempat dikeluhkan oleh pihak sekolah.

Pewarta:  Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *