oleh

Globalisasi sebagai Tantangan Pendidikan

Oleh : Muhammadun Aji

Lembaga pendidikan sampai kapanpun akan terus menjadi sarana paling efektif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, berkembangnya suatu bangsa tidak akan lepas dari seberapa baik sistem dan pelaksanaan pendidikan di atur menjadi lembaga pendidikan yang terukur dan terstruktur. Namun, persoalan pendidikan sampai saat ini belum mencapai kemajuan yang sangat signifikan. Bahkan bisa dibilang, pendidikan di Indonesia masih belum beranjak dari persoalan pelik mengenai sistem dan kurikulum yang acap kali menjadi perbincangan dan perbaikan.

Pendidikan kita saat ini dihadapkan pada persoalan besar terkait dengan tantangan globalisasi yang semakin mewabah dalam segala aspek kehidupan, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tidak langsung adalah bagian dari pengaruh globalisasi yang menawarkan pada percepatan berkembangnya lembaga pendidikan.

Di sadari oleh berbagai pihak, bahwa lembaga pendidikan menjadi maju karena menyesuaikan dengan segala kebutuhan yang berkembang, maka pendidikan seharusnya di arahkan untuk membangun manusia seutuhnya, baik jasmani maupun rohani, dan mental maupun spiritual; memiliki kecerdasan intelektual emosional dan spiritual; memiliki kecakapan, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Inilah yang menjadi indikator dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan dalam rangka membangun bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter religius dan tanggap teknologi serta siap menghadapi era cyber.

Kita harus mengakui bahwa pembangunan pendidikan nasional selama ini terus mengalami kemajuan sejalan dengan perjalanan manusia dan tuntutan di era globalisasi. Namun disadari pula, bahwa masih terdapat berbagai celah dalam proses penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, termasuk perhatian terhadap regulasi sistem di berbagai instansi. Tentu semua itu merupakan tantangan bagi kita dalam mengatasi persoalan ini.

Pendidikan nasional setidaknya mengahadapi lima tantangan besar yang sangat kompleks. Tantangan itu saling berkaitan satu sama lain dan memberi dampak langsung terhadap dunia pendidikan. Dengan sejumlah tantangan yang menghadang, dunia pendidikan harus dapat menyikapinya secara efektif. Tantangan-tantangan yang di hadapi dunia pendidikan tersebut, manurut Sidi (2003) adalah tantangan untuk meningkatkan nilai tambah, adanya transformasi masyarakat, persaingan global, dan adanya kolonialisme baru serta rusaknya jaman sebab ulah manusia sendiri.

Tantangan untuk meningkatkan nilai tambah (added value). Meningkatkan nilai tambah dalam rangka membangun produktivitas, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sebagai upaya untuk memelihara dan meningkatkan pembangunan berkelanjutan di tengah tuntutan kebutuhan yang tidak terbatas.

Tantangan perubahan masyarakat. Dengan perubahan struktur masyarakat diperlukan pengkajian secara komprehensif dan mendalam terhadap terjadinya tranformasi (perubahan) struktur masyarakat, dari masyarakat agraris ke masyarakat modern menuju masyarakat industri dan mengglobal yang menguasai teknologi dan informasi yang implikasinya pada tuntutan dan pengembangan sumber daya manusia.

Tantangan dalam persoalan global. Di era ini persaingan semakin ketat, dan dengan kondisi semacam itu, jalan yang harus ditempuh adalah dengan meningkatkan daya saing bangsa dalam menghasilkan karya-karya yang bermutu dan mampu bersaing sebagai hasil penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (iptek).

Tantangan terhadap kolonialisme baru. Perkembangan di bidang iptek dan ekonomi menggantikan kolonialisme politik. Kolonialisme kini tidak lagi berbentuk fisik, melainkan dalam bentuk informasi. Berkembangnya teknolgi informasi dalam bentuk komputer dan internet, sehingga bangsa Indonesia menjadi sangat tergantung kepada bangsa barat dalam hal teknologi dan informasi. Inilah bentuk kolonialisme baru yang menjadi semacam ritual enemy yang telah masuk ke seluruh pelosok dunia. Semua tantangan itu menuntut SDM Indonesia, khususnya generasi muda terpelajar agar meningkatkan serta memperluas pengetahuan, wawasan keunggulan baik komparatif maupun kompetitif, keahlian yang profesional, dan keterampilan kualitasnya.

Tantangan situasi jaman. Berkaitan dengan bertambah rusaknya jaman, dekadensi moral yang terus meningkat, dan terpaan secara dahsyat budaya global, maka dunia pendidikan di tuntut menyiapkan sumber daya manusia yang bukan hanya memiliki akhlakul karimah, melainkan pula mampu dan tanggap membentengi diri serta pendidikan tertantang untuk menyikapi terhadap berbagai perilaku yang merusak tatanan agama, budaya dan etika bangsa.

Kualitas sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembagunan nasional, terutama pembangunan ekonomi, semakin banyak orang yang berpendidikan, maka semakin mudah bagi suatu Negara untuk membangun bangsanya. Hal ini tidak terlepas dari peran dan tanggung jawab pemerintah dalam mengelola pendidikan baik dari sistem dan kurikulum pendidikan yang terstruktur dan terukur dari segala aspek pelaksanaannya.

*)Mahasiswa INSTIKA Guluk-Guluk Sumenep

Alamat : Batuampar Guluk-Guluk Sumenep

NO HP : 082337954735

 

Komentar

News Feed