Gol Krusial Jaime; Kilas Balik Madura United Vs Persikabo

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SYAHID MUJTAHIDY) SELEBRASI: Bek Madura United Jaimerson Xavier merayakan gol krusialnya ke gawang Tira Persikabo.

Kabarmadura.id-Suguhan menarik tersaji dalam laga Tira Persikabo menjamu Madura United di Stadion Pakansari Bogor, 12 Juli 2019, tepat setahun yang lalu. Kala itu, kedua kesebelasan bermain imbang 2-2.

Tim tuan rumah mampu unggul lebih cepat melalui aksi Andy Prasetyo setelah menerima umpan matang dari Wawan Febrianto di menit 30.

Bacaan Lainnya

Unggul 1-0, Madura United merespon dengan sejumlah serangan yang mematikan. Namun sayang, justru Tira Persikabo yang berhasil memperlebar jarak kedudukan melalui aksi striker andalannya Ciro Henrique Alves Ferreira ketika babak kedua baru berjalan 3 menit.

Tertinggal 2-0, Pelatih Madura United Dejan Antonic saat itu menambah daya gedor serangan dengan menarik Fullbacknya Marckho Sandy Meraudje. Lalu, dia memasukkan winger asal Papua David Laly di menit 59.

Pergantian itu membawa petaka bagi Tira Persikabo. Alhasil, 8 menit kemudian, umpan David Laly berhasil dituntaskan dengan baik oleh Striker asing Madura United Aleksandar Rakic.

Mulai memperkecil ketertinggalan, serangan Madura United kian gencar. Di masa tambahan waktu, bek asing Madura United Jaimerson Xavier dapat memanfaatkan kemelut di kotak penalti lawan. Sundulannya mampu menggetarkan jala Tira Persikabo, sekaligus memupuskan tiga poin tim tuan rumah yang sudah di depan mata.

“Saya ingat sekali. Saya sundul bola itu yang sudah dekat dengan gawang, lalu gol jadi 2-2. Tira Persikabo gagal menang. kami bawa poin. Saya langsung lari selebrasi, semua teman peluk saya dan semuanya senang, saya sangat senang,” kata Jaime mengenang gol krusialnya itu, Minggu (12/7/2020) pagi.

Selain laga antara Madura United kontra Tira Persikabo di Liga 1 2019, di tanggal yang sama pada tahun 2018, Laskar Sape Kerrab-julukan Madura United itu dapat menahan imbang PSIS Semarang 0-0 di Stadion Madya Magelang.

Padahal, pada laga tersebut, tim yang berbasis di Pulau Garam ini harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 62, setelah Alfath Fathier harus terganjar kartu kuning yang kedua. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *