Gorong-Gorong 20 Tahun Tanpa Perbaikan, Warga Kamal Protes

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) WADUL: Pengurus RT 02 Desa Kamal Zaini yang mengadukan gorong-gorong tanpa perbaikan kepada Wakil Bupati Bangkalan Moh. Muhni

Kabarmadura.id/Bangkalan– Kerap dilanda banjir ketika musim penghujan datang. Salah seorang pengurus RT 02 Kampung Baru Desa Kamal wadul kepada Wakil Bupati Bangkalan Moh. Muhni, Minggu (30/8/2020).

Zaini perwakilan warga Desa Kamal mengatakan, bahwa selama 20 tahun terakhir gorong-gorong yang berada di sekitar yang menuju kampungnya itu tidak berfungsi.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, selama ini belum ada perbaikan dari pemerintah pusat.

Dikatakannya, selama ini sudah melakukan koordinasi baik dari kepala desa setempat hingga tingkat kecamatan. Bahkan dinas yang  yang membidangi perbaikan gorong-gorong tersebut. Namun, yang didapatnya hanya saling lempar jawaban mengenai permasalahan itu.

“Informasi yang saya dapat kami sudah melakukan koordinasi mulai dari desa ke kabupaten. Tapi kami malah mendapatkan jawaban yang tumpang tindih sepertinya, mereka saling lempar jawaban,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat dilontarkan pertanyaan dan permintaan perbaikan bahwa perbaikan tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Padahal permintaan pengajuan tersebut sudah dilakukan sebelumnya. Namun, belum ada tindak lanjut dari pemerintah.

“Genangan air yang kerap terjadi ini karena gorong-gorong yang sudah tidak memenuhi syarat. Banyak volume air yang tidak tertampung atau mengalir lewat gorong-gorong,” tuturnya.

Kedepan ia  menginginkan agar pemerintah Kabupaten Bangkalan memberikan fasilitas agar gorong-gorong tersebut bisa dibangun. Sehingga, banjir yang kerap datang di wilayah perkampungannya tidak terjadi lagi.

“Setiap musim penghujan dan air laut pasang selalu tergenang. Akhirnya banyak sampah yang dari laut ke darat. Titik genangan biasanya antara Kampung Baru dan Kampung Pesiraman. Biasanya genangan air paling banyak disitu,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Muhni yang mendengar keluhan tersebut mengakui bahwa sebelumnya sudah ada laporan mengenai tidak berfungsinya gorong-gorong, khususnya di area Desa Kamal.

“Dulu tahun 2005 memang ada usulan untuk perbaikan gorong-gorong, tapi selanjutnya saya tidak tahu karena belum menjabat sebagai wakil bupati,” katanya.

Masalah saluran air itu, dia menjawab agar diusulkan ke Musrenbang desa terlebih dahulu. Lalu berlanjut di kecamatan dan berikutnya tingkat kabupaten. Sehingga, tahun depan agar disediakan anggaran dan kajian agar dibuatkan gorong-gorong.

“Nanti akan kami upayakan tahun depan ada anggarannya agar bisa dibangun. Tapi kami minta usulan disampaikan ke desa hingga kecamatan hingga kabupaten melalui PUPR,” pungkasnya.(ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *