GOW Sumenep Gelar Seminar Dampak Negatif Kenakalan Remaja

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dalam rangka kepedulian terhadap anak dan remaja. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Sumenep menggelar seminar untuk meminimalisir dampak negatif kenakalan anak dan remaja.

Ketua GOW Sumenep Khusnul Khatimah mengatakan, latar belakang kegiatan seminar itu, salah satunya karena pada dasarnya anak dan remaja merupakan masa depan bangsa, juga bisa dikatakan aset sumber daya manusia (SDM) untuk pembangunan negara.

Sehingga sangat diperlukan karakter anak yang unggul, kreatif, inovatif dan berakhlakul karimah. Sehingga dengan kegiatan seminar itu tercetak generasi yang siap dalam menyongsong kehidupan yang lebih baik.

“Sebab setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, ibarat kertas yang masih kosong dan putih. Namun, dalam perkembangannya lingkungan sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilakunya,,” kata Ima, sapaan akrabnya, Kamis (30/9/2021).

Dikatakannya, dalam perkembangan zaman tidak sedikit remaja tersandung kasus hukum karena disebabkan amoral, perbuatan asusila lain yang masuk kategori kenakalan remaja.
Salah satu yang menjadi faktor utama adalah kurang ditanamnya rasa iman dan takwa. Selain itu, hubungan kedua orangtua yang kurang baik (broken home) dan terakhir menjadi faktor adalah lingkungan yang kurang sehat.

“Adanya keluarga yang kurang harmonis maka yang menjadi korban adalah anak, lalu mereka mencari pelarian di lingkungan atau main geng-gengan akhirnya terjadilah kenakalan remaja,” imbuh istri Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep Edy Rasyadi itu.

Menurut perempuan yang saat ini menjadi inspektur pembantu (Irban IV) Inspektorat Sumenep juga mengatakan, hal yang perlu menjadi atensi dan perlu diawasi secara ketat adalah ketika anak berselancar di media sosial. Sebab, apabila tidak ada kontrol bisa jadi sisi negatifnya akan lebih banyak berpengaruh terhadap anak.
Maka dari itu, dengan adanya sosialisasi yang bertema pencegahan kenakalan remaja ini dapat menjadi solusi. Diharapkan 60 peserta dari perwakilan organisasi itu nanti dapat ditularkan ke masing-masing organisasi dan masyarakat secara umum.
“Dan melalui para perwakilan organisasi ini nantinya dapat diminimalisir adanya kenakalan remaja,” tukas perempuan yang memiliki dua putri itu.

Sosialisasi yang dikemas seminar itu sangat memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Pemateri yang diundang mumpuni dan memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Sebagai solusi kenakalan anak dan remaja melalui perspektif agama adalah KH Imam Hendriyadi Syarkowi Pengasuh Pesantren Al-Ifadah Cangkreng Lenteng, perspektif psikologi mendatangkan Zamzami Sabiq Hamid yang merupakan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Cabang Sumenep dan Aiptu Asnan Bintibmas Sat Binmas Polres Sumenep.

Reporter: Moh Razin
Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *