Goweser Independen Pamekasan Getol Ringankan Beban Hidup Para Janda

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) PEDULI: GIP ringankan masyarakat terdampak PPKM dengan memberikan sembako gratis.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Goweser Independen Pamekasan (GIP) kian getol dalam meringankan beban hidup masyarakat. Terutama para janda tua dan yatim piatu, khususnya selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Nyaris tiap pekan, GIP melangsungkan bakti sosial. Sebab, kemanusiaan menjadi prinsip utama dalam menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

Humas GIP Pamekasan Moh. Syaiful Ramadan menegaskan, kegiatan bersepeda atau gowes terus berjalan. Itu menjadi rutinitas mingguan.

Pada saat melonjaknya kasus Covid-19, gowes juga diimbangi dengan bakti sosial. Wujudnya dalam bentuk bagi-bagi sembako gratis. Itu demi meringankan beban masyarakat yang terhimpit lantaran pandemi yang hingga kini belum usai.

“Kami memberikan sembako dari hasil sumbangan anggota kepada masyarakat yang terdampak PPKM,” paparnya, Minggu (1/8/2021).

Dalam aksi sosialnya, komunitas yang beranggotakan 30 orang dari berbagai wilayah di Kota Gerbang Salam itu menyasar anak yatim. Termasuk para janda tua renta yang hidup sebatang kara yang bisa diakses oleh masing-masing anggota.

Sejatinya, bakti sosial tersebut tidak sebatas hanya dilangsungkan saat pandemi Covid-10 melanda negeri ini. Sebelum itu, memang sudah menjadi agenda rutin setiap bulan sekali meringankan beban hidup orang lain yang butuh bantuan.

“Bantuannya berupa beras, minyak  goreng,  gula, dan bumbu dapur. Selama bulan Juli, ada 55 paket, dari hasil sumbangan anggota,” ulasnya.

Ditegaskannya, program bakti sosial memang selaras dengan misi didirikannya komunitas yang dicetuskan pada tahun 2020 lalu. Yaitu, meningkatkan rasa solidaritas kemanusiaan melalui olahraga kemanusiaan, sehingga kekuatan silaturahim menjadi cikal bakal utama dalam merajut kebersamaan bernafaskan spirit kemanusiaan.

“Rasa soliditas antar-anggota menjadi pegangan untuk terus mencari problem solving dari berbagai persoalan yang kami hadapi,” ujarnya.

Gerakan sosial GIP diharapkan bisa terus diusahakan, lebih-lebih dapat menginspirasi masyarakat agar bisa berbagi dan saling menguatkan satu dengan lainnya.

“Semoga ikhtiar kami bisa terus dilancarkan untuk kemanusian,” tukasnya. (rul/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *