Gubernur Jatim Dorong Pemkab Sumenep Percepat Vaksinasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) PEDULI: Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa ikut prihatin atas rendahnya capaian vaksinasi di Sumenep.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa turun lapangan (turlap) ke Sumenep pada Minggu (24/10/2021). Dia tiba sekira pukul 12.35 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sumenep yang berlokasi di Jalan Payudan Timur, Mastasek, Pabian, Kota Sumenep.

Kedatangannya untuk memastikan kondisi vaksinasi yang saat ini masih rendah, serta mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Bacaan Lainnya

Di sela-sela kunjungannya, Khofifah saat ditemui awak media mengatakan, vaksinasi sangat perlu dipercepat untuk keselamatan masyarakat dari pandemi Covid-19 di kabupaten berjuluk Kota Keris ini. Sebab, kegiatan vaksinasi se-Indonesia sedang digenjot, utamanya di Provinsi Jatim.

“Ini menurut saya adalah suatu potensi yang harus terus dikembangkan untuk melakukan percepatan vaksinasi di Kabupaten Sumenep,” katanya, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, pandemi Covid-19 dialami 216 negara di dunia ini, sangat mengancam jiwa masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, vaksinasi adalah sebagai ikhtiar untuk melawannya. Terlebih, saat masih banyak negara yang berusaha untuk bisa mendapatkan stok vaksin demi memutus mata rantai Covid-19 itu.

Usaha Presiden Republik Indonesia Joko Widodo selama ini, menurut Khofifah, perlu dibanggakan. Karena Indonesia berhasil mendapatkan suplai vaksinasi berdasarkan persetujuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Persetujuan penggunaan darurat ini berarti vaksin itu sudah memenuhi standar internasional atas keamanan, efikasi, dan pembuatannya.

“Vaksinasi bukan sembarangan, tetapi ada mekanisme yang harus dilakukan. Salah satunya, yang divaksin harus dalam keadaan sehat. Sebab, secara sederhana, vaksinasi merupakan upaya untuk meniru proses tubuh saat tubuh terinfeksi virus,” jelas Khofifah.

Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu juga berpesan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep bahwa pendataan vaksinasi harus jelas dan dapat terinput. Dinkes harus segera memasukkan data hasil vaksinasi ke dalam aplikasi PCare milik BPJS Kesehatan.

Instruksi itu disampaikan melalui surat nomor SR.02.06/I/193/2021 tertanggal 20 Januari 2021 lalu.  Sebab, dengan mempercepat vaksinasi, level PPKM semakin naik. Yakni, dari level 3 menjadi level 2 atau ke level 1.

Untuk antisipasi terjadi penumpukan sasaran, maka diharapkan masing-masing daerah dapat membuat kebijakan mengatur pelaksanaan sesuai kapasitas pasien serta kebijakan daerah setempat.

“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes), seluruh relawan dan SMAN 1 Sumenep yang ikut serta berjuang dalam melakukan vaksinasi,” tandasnya.

Wakil Bupati (Wabup) Sumenep Dewi Khalifah juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan gubernur Jatim. Karena kedatangannya akan menjadi pemicu semangat  mengenai pentingnya vaksinasi.

Dia mengakui, PPKM di Sumenep saat ini masih level 3. Rendahnya tersebut salah satu faktornya, karena kuota dosis vaksin 1 minimal 50 persen. Sedangkan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia (di atas 60 tahun) minimal 40 persen

“Saat ini belum tercapai dalam jangka waktu 2 minggu yang lalu,” tutur dia.

Wanita yang akrab disapa nyai Eva itu juga mengungkapkan, data vaksinasi di Sumenep hingga 23 Oktober 2021 masih rendah.

Dari total sasaran 845.130 orang, telah tercapai 393.605 orang atau sekitar 46,57 persen. Rinciannya, 287.845 orang atau 34, 1 persen telah divaksin dosis 1. Lalu, sebanyak 103. 352 orang atau 12, 2 persen vaksin ke-2 dan 2. 314 orang atau 65,5 persen telah menjalani vaksinasi. yang digunakan pada vaksinasi oleh kesehatan.

“Langkah-langkah sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, yakni sudah melakukan vaksinasi di berbagai pondok pesantren Sumenep, di perbatasan wilayah, pelabuhan, pintu masuk Sumenep serta tempat lainnya,” kata dia.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *