Gunakan Kayu Bekas, Baru Berusia Dua Tahun, Bangunan Sekolah Roboh

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) ROBOH: Bangunan SDN 2 Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang yang baru direhab dua tahun lalu, kini sudah roboh.

Kabarmadura.id/Sampang-Kondisi bangunan ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang, yang baru direhab pada tahun 2017 lalu, baru-baru ini roboh. Robohnya bangunan yang baru berumur sekitar tiga tahun itu, diduga terjadi lantaran kayu yang digunakan adalah kayu bekas, sehingga tidak kuat menahan beban bangunan.

Mendapati informasih bangunan SDN 2 Samaran yang roboh, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi langsung meninjau lokasi kejadian. Tujuannya untuk melihat secara langsung kondisi sokolah, serta memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap lancar.

“Alhamdulillah menurut para guru, KBM tetap lancar, para siswa ditaruh di ruang sebelahnya,”  ucap H. Slamet Junaidi saat melakukan sidak, Sabtu (18/1/2020).

Bupati yang biasa disapa Haji Idi sangat menyayangkan atas robohnya bangunan tersebut, bahkan pihaknya meminta semua rekanan di wilayah itu agar tetap mengedapankan kualitas pengerjaan proyek, jangan hanya demi meraup keuntungan semata. Sehingga insiden robohnya bangunan tidak terulang lagi di kemudian hari.

“Terkait robohnya bangunan SDN 2 Samaran yakni kelas IV dan V ini, jika memang ada kesalahan dalam pembangunannya, kami serahkan kepada yang berwenang untuk menyelasaikannya,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Seksi (Plt Kasi) Sarana dan Prasarana SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Abd. Rahman mengatakan, robohnya ruang kelas di SDN 2 Samaran itu, diduga karena kayu yang digunakan sudah rapuh.

Menurut dia, ruang kelas tersebut baru selesai direhab pada tahun 2017 lalu melalui dana alokasi umum (DAU), dengan anggaran kurang lebih Rp150 juta untuk rehab tiga lokal bangunan.

Lanjut dia, sebagian material yang digunakan memakai bahan bekas, untuk dua lokal ruangan kelas di SDN 2 Samaran, Desa Samaran itu, diketahui ambruk pada Jumat, 17 Januari 2020 kemarin.

“Penyebab robohnya SDN 2 Samaran ini, diduga karena kayu yang digunakan bekas dan sudah rapuh. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu,” singkatnya.

Sebelumnya, Kepala SDN 2 Samaran Retno Dijah Wijayanti mengungkapkan, ruang kelas tersebut baru diperbaiki pada 2017 lalu. Namun setahun kemudian, pihaknya mengirim surat pemberitahuan ke dinas terkait untuk tidak menggunakan ruang kelas tersebut, karena sebagian material bangunan yang digunakan, mulai rapuh.

“Kami harap, ruang kelas ini segera diperbaiki, sehingga KBM bisa kembali normal lagi dan siswa belajar dengan nyaman dan aman,” pintanya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *