Gunakan  Oksigen Selama 10 Hari dan Kehilangan 6 Anggota Keluarga

  • Whatsapp
(FOTO:  KM/IST) MAMPU BERTAHAN: Monadi saat menjalani pemulihan pasca dinyatakan negatif Covid-19. Sebelumnya, Monadi  sempat harus dibantu oksigen selama 10 hari saat masih diserang Covid-19.

KABARMADURA.ID  – Hari terakhir pelaksanaan PPKM level 4 di Pamekasan, kawan saya yang juga mantan ketua suporter Taretan Dhibik, Monadi (36) akhirnya memberikan kabar bahagia, “saya sudah negatif Covid-16,”.  Sebelumnya, lebih dari 20 hari Monadi menyampaikan sedang dalam perawatan.  Kabar tersebut disampaikan Monadi, dua hari setelah ibunya meninggal.

ALI WAFA, Waru

Meski mulai tersenyum dengan didampingi istrinya, sisa-sisa batuk masih sering terlihat saat melakukan video call. Lebih dari itu, Monadi juga sedikit getir, saat menceritakan, bawa bukan hanya ibunya yang meninggal, tapi juga adiknya dan empat anggota keluarga lainnya yang meninggal.

Dari 6 orang anggota keluarganya tersebut, Monadi menyampaikan bahwa semuanya tidak dilakukan pemeriksaan swab, namun, gejala yang dialami mendekati gejala Covid-19. Dirinya sendiri dikonfirmasi terpapar Covid-19 pada tanggal 5 Juli 2021 lalu.

“Dulunya, saya memang percaya bahwa ada covid-19. Tetapi, memang sedikit kurang percaya pada ganasnya virus itu. Setelah mengalami sendiri, saya cuma bisa menyampaikan bahwa sehat itu mahal,” ucap Monadi.

Monadi menceritakan awal mula dirinya terpapar Covid-19. Dia merasakan tubuhnya panas dan demam tinggi dibarengi dengan sesak nafas dan indera penciuman dan dirasakan tidak berfungsi.

Atas kecurigaan terhadap sakitnya dan adanya anggota keluarganya yang meninggal secara beruntun dengan sakit hampir sama, Monadi memberanikan diri untuk periksa swab dan hasilnya ternyata positif.

Bapak satu anak itu panik luar biasa, karena, ibunya meninggal dunia dengan gejala yang sama. Begitu juga Adik dan kakak sepupunya juga meninggal dunia dengan gejala yang sama.

“Bibik dan famili lainnya juga meninggal dunia di waktu yang tidak jauh. Berurutan, tidak sampai 7 hari,” tandas Monadi

Monadi akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarganya, dan hasilnya, anaknya yang berusia 12 tahun juga terkonfirmasi Covid-19. Untungnyam anaknya tergolong orang tanpa gejala (OTG).

Atas hasil tersebut, Monadi melakukan isolasi mandiri, mengurung diri di kamarnya selama 10 hari dengan melakukan pengobatan medis hingga herbal dia lakukan untuk bisa pulih.

“Saya panik waktu itu. Karena itu, pikiran harus bisa dikendalikan. Kita tidak boleh panik,” ungkapnya.

Sesak nafasnya semakin jadi. Selama masa perawatan, Monadi menurut istrinya menghabiskan 12 unit tabung oksigen kecil dan lima unit tabung besar dihabiskannya. Untuk kebutuhan makan, disediakan istri kemudian diletakkan di depan pintu.

“Tolong prokes kita patuhi. Ini Covid-19 benar-benar ada. Saya kehilangan banyak keluarga . Saya sendiri alami gejalanya. Parah,” terangnya.  (bri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *