oleh

Guntur Ariyadi: Anak Petani Bisa Sukses

Kabarmadura.id-Siapa yang tidak mengenal pemain Madura United Guntur Ariyadi? Sang atlet bisa menempati segala macam posisi di bagian pertahanan, seperti gelandang bertahan, fullback, hingga stoper.

Guntur juga tercatat sebagai pemain yang paling senior di Madura United bersama Slamet Nurcahyo Asep Berlian. Dia bergabung dengan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab ini sejak musim 2016 saat mengarungi turnamen Torabika Soccer Championship (TSC).

Kendati sudah menjadi pemain profesional, Guntur tidak lupa terhadap latar belakangnya yang terlahir dari keluarga petani. Pasalnya, sebelum dirinya lahir di Banyuwangi, 18 Maret 1987, bapaknya Ngatemmo sudah mengais rezeki dengan bertani hingga Guntur belajar di bangku sekolah menengah atas (SMA).

Bahkan, gelandang bernomor punggung 2 di Madura United itu bersekolah dan meniti karir sepak bola dari Sekolah Sepak Bola (SSB) Genteng 2000 Banyuwangi itu dari hasil kerja keras orang tuanya bertani.

“Saya sejak kecil sering bantu orang tua ke sawah, iya sembarang saat musim padi, bantu dan yang lainnya juga,” ungkapnya kepada Kabar Madura, Rabu (23/9/2020) pagi.

Pada peringatan Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2020) ini, Guntur berharap, hasil pertanian di Indonesia bisa lebih baik, maju, dan berkualitas agar bisa memenuhi kebutuhan nasional. Serta, dia berharap, hasil pertanian Indonesia bisa menjadi pemasok utama di kanca internasional.

Di sisi lain, gelandang yang kini tinggal di Kediri ini melihat persiapan hingga proses bertani memakan biaya yang besar, terutama seiring dengan harga pupuk yang tinggi. Tak ayal, Guntur melihat petani menuai hasil yang tidak seberapa.

“Sekarang kan kebanyakan biaya produksinya mahal, tetapi harganya murah. Jadi, semoga diperhatikan. Paling tidak agar petani tidak rugi. Soalnya, pupuk-pupuk dan yang lainnya itu mahal, tapi hasilnya nanti tidak sebanding,” sambungnya.

Lebih lanjut, Guntur memotivasi, anak muda yang berlatar belakang keluarga petani agar tidak minder. Sebab, dia sudah merasakan menjadi anak dari seorang petani, namun bisa sukses berkarir di dunia sepak bola.

“Sebenarnya, tidak ada kata minder. Sebenarnya anak siapapun, kalau kita punya kemauan dan tekad untuk sukses, pasti akan bisa. Jangan lihat dari latar belakangnya, anak petani pun juga bisa menjadi orang yang sukses. Tidak selalu anak petani menjadi petani, tapi bisa jadi DPR, pemimpin, dan olahragawan,” pungkasnya. (idy/nam)

 

Komentar

News Feed