Guru Berstatus Inpassing di Sumenep Masih Minim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) KOMPETENSI: Guru yang sudah sertifikasi idealnya mendapat tambahan tunjungan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Program inpassing atau tunjangan profesi yang bisa diterima seorang guru nampaknya belum sepenuhnya menyasar semua guru. Sejauh ini masih terdapat ribuan guru yang belum menerima program tambahan penghasilan tersebut.

Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin menyampaikan, pihaknya tidak memungkiri masih banyak guru di Kota Keris belum mempunyai tambahan penghasilan atau tunjangan profesi guru (TGP).

Bacaan Lainnya

“Kalau di kita masih belum ada yang tercover inpassing, terlebih tahun ini,” kata Syamsul.

Padahal tunjangan ini berlaku untuk semua guru yang telah lolos dalam program sertifikasi guru. Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2009, Pasal 1 ayat (4) tentang Tunjangan Profesi Guru. Di mana tunjangan yang diberikan kepada guru dan dosen yang memiliki sertifikat pendidik sebagai penghargaan atas profesionalitasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama (Kemenag)  Sumenep Muhammad Shadiq memaparkan, masih ada ribuan guru baik dari tingkat raudhatul athfal (RA) sampai madrasah aliyah (MA) yang belum terakomodir. Tercatat sekitar 3 ribu lebih sedangkangkan yang terakomodir inpassing hanya 25 persen.

“Itu masih. Sementara upaya kami sambil menunggu kuota dari pusat yang mencari-cari informasi, apalagi tunjangan itu diambil dari lamanya mengajar di simpatika bukan pengajuan,” papar dia.

Dia menjelaskan, TPG dibayarkan pemerintah dalam sebulan sekali. Besaran TPG ditetapkan sebesar 1 kali gaji pokok guru pegawai negeri sipil (PNS) sesuai dengan golongannya. Dengan kata lain, TPG sertifikasi sesuai dengan kesetaraan tingkat, masa kerja, dan kualifikasi akademik yang berlaku bagi guru dan dosen PNS.

“Karena itu bentuk penghargaan kepada guru yang sudah lama sekali ngajarnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *