Guru Besar IAIN Madura: Achmad Baidowi Layak di Posisi Wakil Gubernur

News, Headline41 views

KABAR MADURA | Dengan tingginya tingkat elektabilitas Achmad Baidowi, Prof. Dr. Zainuddin Syarif, guru besar dalam bidang pemikiran politik Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, menilai bahwa Baidowi berpeluang maju di Pemilihan Gubernur Jawa Timur ( Pilgub Jatim) di posisi wakil.

Namun, politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga memiliki peluang yang sama menjadi calon bupati (cabup) Pamekasan. Elektabilitas itu, menurut Prof Zainuddin, dilihat dari hasil pemilihan anggota legislatif (pileg) lalu, Baidowi mendapatkan suara 359.189 suara dari total suara PPP 408.412 di daerah pemilihan Madura.

Menurutnya, religius nasionalis yang mengakar pada diri seorang Achmad Baidowi, akan menjadi nilai tawar tersendiri untuk bisa bersaing dengan tokoh lainnya di Pilgub Jatim. Selain kiprahnya selama ini, pesona Baidowi dinilai cukup mewakili anak muda.

Baca Juga:  Realisasi Kartu Nikah Digital di Pamekasan Belum Maksimal 

“Figur Achmad Baidowi sebagai perwakilan dari anak muda menjadi pesona tersendiri” paparnya, Kamis (6/6/2024)

Ketua Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Peradaban) itu menambahkan, perhelatan politik sangat dinamis, selain bergantung pada keputusan politik dari parpol, untuk maju di Pilgub Jatim perlu cukup waktu, karena cakupannya lebih luas. Meski peluangnya cukup besar.

“Yang namanya pemilihan kepala daerah berbeda dengan pileg, karena beririsan langsung dengan masyarakat, yang secara mayoritas perlu disosialisasikan dan diakomodir, sehingga tidak bisa menggunakan pendekatan kalkulasi, pendulangan massa saja, tetapi perlu ada aspek sosiologis, mampu memahami semua lapisan masyarakat, yang kemudian bisa meyakinkan,” urainya.

Baca Juga:  K. Tijani Sebut Achmad Baidowi Peka Terhadap Keluh Kesah Masyarakat

Mengenai peluang Achmad Baidowi di pilkada Pamekasan, menurut Prof Zainuddin akan lebih terjangkau. Dengan skala yang lebih kecil dan beberapa simpul sudah terlihat gerakan politiknya, di mana menginginkan adanya perubahan.

Selain itu, sudah terlihat beberapa baliho dan alat peraga kampanye lainnya yang menginginkan  Achmad Baidowi maju sebagai calon bupati Pamekasan.

“Potensinya sama-sama bagus (pilgub dan pilkada Pamekasan), tapi politik itu perlu persiapan.  Kalau di Madura, khususnya di Pamekasan, tinggal menjadikan potensi ini menjadi kekuatan. Barangkali Pamekasan butuh pemimpin muda yang energik dan punya pengalaman,” terang Prof Zainuddin.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *