Guru Kemenag Sumenep yang Tidak Divaksin, Pencairan Dana Sertifikasinya Akan Tersendat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) DIWAJIBKAN: Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep mengharuskan setiap guru yang mengajar di lembaga di bawah naungannya agar divaksin.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep mewajibkan vaksinasi terhadap guru sebagai syarat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Jika melanggar, akan berdampak pencairan sertifikasi guru.

Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kemenag Sumenep Muhammad Shadiq mengutarakan, guru yang tidak vaksin akan berpengaruh terhadap pencairan sertifikasi guru. Sebab, otomatis yang tidak melaksanakan vaksin oleh kepala sekolah tidak diberikan jam mengajar.

“Kewajiban vaksinasi perlu ditingkatkan agar pencairan sertifikasi tidak terhambat,” katanya, Selasa (24/08/2021)

Dia menjelaskan, dana sertifikasi guru dicairkan senilai Rp1,5 juta per bulan. “Kami sering mewanti-wanti agar semua guru wajib melaksanakan vaksin,” ucapnya.

Ia menyebutkan, dari sekitar 12 ribu guru, masih 85 persen yang melakukan vaksin. Sisanya masih dalam tahap pelaksanaan. Menurutnya, untuk guru yang mengantongi surat keterangan dokter bahwa yang bersangkutan tidak dimungkinkan dilakukan vaksinasi, maka guru tersebut diperbolehkan tidak divaksin.

“Tata kelola protokol kesehatan di lingkungan sekolah harus mudah dipahami. Sehingga bisa dilaksanakan dengan baik sepanjang proses PTM di sekolah,” pungkasnya. (imd/maf)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *