oleh

Guru Meninggal Usai Vaksin, Dinkes Bangkalan: Itu Serangan Jantung

KABARMADURA.ID;BANGKALAN-Beredarnya informasi adanya salah satu guru di Kecamatan Blega yang meninggal usai vaksin, dibenarkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan.

Namun Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengaku belum bisa memastikan apakah guru tersebut meninggal karena usai vaksin atau lainnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil laporan yang dia terima. Guru tersebut memang meninggal satu hari setelah vaksin. Tetapi berdasarkan hasil medis pemeriksaan, guru tersebut meninggal karena serangan jantung.

“Terkait kematian kepala sekolah SMP swasta itu memang benar adanya meninggal,” akunya, Senin (12/4/2021).

Pria dengan sapaan Yoyok itu menjelaskan, guru tersebut meninggal usai vaksinasi dosis tahap kedua pada hari yang berbeda. Sehingga dia menduga, guru tersebut meninggal bukan karena vaksin, namun karena proses vaksin kedua dan meninggalnya satu hari usai vaksin atau di hari yang berbeda saat vaksin.

“Kalau ada reaksi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) adalah 30 menit. Makanya setelah diobservasi, 30 menit tidak ada gejala berarti vaksinnya aman,” terangnya.

Pihaknya tidak berandai-andai dan tidak bisa menyimpulkan secara pasti kematian kepala sekolah SMP swasta itu, lantaran dari pihak keluarga tidak mengizinkan adanya otopsi. Sehingga, pihaknya mengacu dari hasil medis bahwa guru tersebut meninggal karena serangan jantung.

“Kami hanya mengacu pada hasil medis dokter yang menangani karena serangan jantung penyebabnya. Jadi saya tidak bisa memastikan apakah itu karena vaksin,” ungkapnya.

Dia hanya berpesan agar masyarakat tidak gelisah dengan adanya informasi tersebut. Bahwa pelaksanaan vaksin sinovac telah dilakukan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

Sementara itu, hasil vaksinasi tahap II pada pekerja publik belum sepenuhnya selesai. Kasi Surveilan dan Imunisasi Dinkes Bangkalan Siska Damayanti menunjukkan data bahwa hasil vaksinasi tahap kedua pada pekerja publik masih sekitar 36 persen untuk dosis pertama atau sekitar 15.763 orang.

Sedangkan vaksin dosis tahap kedua mencapai 33 persen atau 13.584 orang. Targetnya ada sekitar 39.715 pekerja publik.

“Kalau guru yang kemarin meninggal vaksinnya dosis II tanggal 7 April 2021,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed