Guru SMA SLB Keluhkan Penerapan Sistem Daring

  • Bagikan
(KM/MOH. FAUZI) KUNJUNGAN: Dinas Pendidikan (Disdik) cabang Bangkalan saat datangi Sekolah Luar Biasa (SLB) Lavender.s

Kabarmadura.id/Bangkalan-Lebih sebulan sudah sistem belajar dari rumah diberlakukan oleh pemerintah, mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah atas (SMA). Termasuk sekolah bagi siswa berkebutuhan khusus atau akrab disebut sekolah luar biasa (SLB).

Berbeda dengan sekolah umum, penyelenggaraan belajar dari rumah untuk siswa berkebutuhan khusus di SLB, harus pula dilakukan secara khusus. Apalagi pembelajarannya dilakukan memanfatkan dalam jaringan (daring) atau online.

Di Bangkalan, setidaknya ada 3 SLB untuk tingkat SMA. Salah satunya yakni SLB Samudera Lavender yang berada di Jalan Halim Perdana Kusuma, Bangkalan.

Kepala Sekolah SLB Samudera Lavender Sus Dilah Rahayu mengaku mengalami kesulitan dalam melakukan pembelajaran melalui daring ini. Sebab, proses pengajaran pada anak SLB berbeda dengan siswa normal lainnya.

“Guru SLB ini harus sabar, setiap haru guru membuat video kadang untuk siswa yang autis guru memerlukan video call. Dan ini sangat melelahkan bagi guru, kami terkendala di situ,” tuturnya.

Menurut kepala SLB yang biasa disapa Sus itu, di SLB Samudra Lavender terdapat 51 siswa mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Untuk 1 kelas, hanya rombel satu siswa. Kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa wabah Covid-19 ini dilakukan dengan sistem daring.

Kata Sus, guru harus menyiapkan materi dengan membuat video dan siswa mengerjakan di rumah dengan di bantu orang tua.

Agar para siswa yang berkebutuhan khusus ini semangat, dirinya dan guru lainnya harus membuat video yang selalu berganti-ganti. Yakni guru dituntut kreatif dalam melakukan pembelajaran menggunakan daring.

“Kami harus sabar, harus bisa membuat video-video untuk anak agar dia mau melihat dan mengerjakan tugas. Anak berkebutuhan khusus harus kami buat tertarik dengan video yang dikirim,” tuturnya.

Baca juga  FKPS Ancam Tutup Paksa TPA Socah

Sementara itu, Kasi SMA PKLK Cabdin Pendidikan Wilayah Bangkalan, Moh. Fauzi yang melaksanakan pemantauan ke sekolah luar biasa (SLB) di Kabupaten Bangkalan. Dia meminta kepada setiap sekolah untuk memantau perkembangan belajar siswa serta meminta sekolah juga memantau kesehatan siswa, guru dan tenaga kependidikan.

“Jadi kami tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam pelaksanaan KBM, meskipun KBM itu dilakukan dengan sistem daring,” jelasnya.

Dikatakannya, terdapat tiga SLB di Bangkalan. Ketiganya yakni SLBN Keleyan, SLB Samudra Lavender dan SLB PGRI Kamal. Pada wabah Covid-19 ini, KBM di semua SLB tetap berlangsung dengan melaksanakan KBM daring.

“Memang kebanyakan sekolah SLB, kesulitannya disitu. Guru dituntut kreatif dalam menyajikan video,” pungkasnya. (ina/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan