Guru yang Tidak Vaksin, Cabdindik Jawa Timur Wilayah Sumenep Belum Bisa Terapkan Sanksi

  • Whatsapp
(FOTO; KM/MOH RAZIN) AKTIF: Pembelajaran di SDN Pangarangan 3 Sumenep sudah tidak daring, pembelajaran sudah tatap muka, beberapa hari yang lalu.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM)  di semua tingkatan sekolah masih menimbulkan kekhawatiran sendiri bagi para pemangku kebijakan di Sumenep. Pasalnya, hingga hari ini masih terdapat ribuan guru dan siswa dari tingkatan sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) sederajat belum divaksin. Padahal seperti diketahui bahwa Kota Keris ini sudah tidak lagi melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring).


Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya terus berusaha untuk menggalakkan percepatan vaksinasi di lingkungan pendidikan. Dijelaskannya, hasil koordinasi dengan disdik di tingkat kabupaten saat ini tercatat 17000 siswa yang belum divaksin.

Ia juga menjelaskan tidak ada perbedaan perlakuan terhadap tenaga pendidik, baik yang berada di bawah kebijakan kabupaten maupun guru yang berada di bawah kebijakan provinsi atau guru swasta dan negeri.

“Kami akan berusaha agar guru di Sumenep cepat divaksin, tetapi kami mengakui masih ada guru yang belum vaksin terutama swasta yang banyak,” kata Syamsul.

Pria kelahiran Sumenep ini juga membeberkan, persoalan rendahnya vaksinasi siswa, karena harus menunggu persetujuan orang tua siswa. 

Ia juga mengaku tidak dapat memberikan sanksi berupa larangan mengajar bagi guru dan belajar bagi siswa jika tidak melakukan vaksinasi.

“Kalau larangan itu kami tidak berani, termasuk jika menjadi persyaratan administrasi seperti kalau tidak vaksin insentifnya tidak cair, kami tidak bisa melakukan itu,” imbuh dia.

Hal itu berbeda dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep telah mengimbau kepala sekolah agar mengundang kembali orang tua siswa dan mensosialisasikan vaksinasi siswa.

Bahkan kalau ada guru yang tidak bervaksin tidak boleh mengajar, kecuali ada alasan medis. Bahkan pihaknya jika tidak vaksin proses insentifnya bakal dibekukan.

“Betul, termasuk pencairan tunjangan sertifikasi kudu melampirkan sertifikat vaksin,” papar Iksan. 

Vaksinasi  di Lingkungan Pendidikan

-Sekolah rata-rata sudah menerapkan PTM.

-17000 siswa dari tingkatan SD-SMA sederajat belum divaksin.

-Rendahnya vaksinasi siswa, karena harus menunggu persetujuan orangtua siswa.

-Cabdindik belum bisa terapkan sanksi.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *