Habiskan Rp1,6 Miliar untuk Program JIAT di Pamekasan

(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) TEREALISASI: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan sudah menuntaskan pekerjaan irigasi dari program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Mayoritas realisasi pekerjaan fisik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) menggunakan sistem penunjukan langsung (PL). Sebab dananya di bawah Rp200 juta. Sedangkan keseluruhan, terdapat 10 titik JIAT dengan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 sebesar Rp1,6 miliar.

Program tersebut merupakan jaringan irigasi yang mengandalkan air dari tanah. Sehingga infrastruktur itu meliputi, sumur, instalasi pompa dan saluran irigasi tanah termasuk bangunan di dalamnya. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sistem Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pamekasan Ika Agustina, Rabu (1/12/2021).

Menurutnya, tujuan dari program tersebut untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan sistem PL. Sedangkan mekanismenya, dinas langsung menunjuk kontraktor melalui hasil evaluasi yang ketat. Terutama dengan menerapkan kriteria yang ada di regulasi. Yakni, mampu  memaksimalkan pekerjaan untuk memperoleh kualitas bagus dari hasil pekerjaan fisik tersebut.

Bacaan Lainnya

“Biasanya ada proses administrasi, ada penawaran dari rekanan dan berbagai persyaratan lainnya yang perlu dipenuhi. Tetapi karena sistemnya PL, maka kami langsung menunjuk rekanan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sejauh proses pengerjaan yang dilakukan tidak menemukan berbagai kendala yang sangat berarti di lapangan. Sebab dari setiap rekanan, sudah terpantau dengan baik oleh konsultan pengawas. Sehingga dipastikan tidak akan ada pengerjaan yang melenceng dari regulasi yang ditentukan.

“Kami melakukan evaluasi itu setelah pekerjaan selesai, memang rutin kami lakukan, contohnya pada tahun 2021 kami tuntaskan pekerjaan, kami monitoring. Hasilnya dijadikan dasar dalam melakukan perencanaan pada tahun anggaran berikutnya, bahkan di perjalanan kami biasanya melakukan evaluasi,” jelasnya.

Pihaknya menginginkan partisipasi masyarakat untuk ikut serta merawat irigasi yang telah dibangun. Sebab ketersediaan irigasi mampu menopang kepentingan jangka panjang warga. Terutama di sektor pengelolaan pertanian. “Kalau sudah terawat, kami yakin peningkatan irigasi ini bisa dioptimalkan,” harapnya.

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Totok Iswanto

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.