Hadiri Airlangga Education Expo 2021, Bupati Berbagi Gagasan Prinsip Persaudaraan Warga Pamekasan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) INSPIRATIF: Bupati Pamekasan saat berbagi ide dan gagasan dalam seminar Airlangga Education Expo 2021.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Iktikad Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk mewujudkan kabupaten berdaya saing dengan kabupaten maju di Indonesia terus digelorakan.

Spirit pembangunan Bupati Pamekasan dalam menciptakan kebiasaan baru yang luar biasa, mendapat banyak simpati dari berbagai pihak. Bupati Pamekasan termuda sepanjang sejarah Pamekasan itu pun kerap diminta untuk berbagi gagasannya kepada banyak pihak.

Bacaan Lainnya

Pada seminar Airlangga Education Expo 2021 Bersama Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) pada Selasa (16/2/2020), dia mengungkapkan bahwa sebenarnya masyarakat Madura, terutama Pamekasan, memiliki etos kerja yang bagus dan tinggi. Etos kerja yang bagus itu diharapkannya dapat menjadi instrumen meningkatnya partisipasi warga Pamekasan.

“Tinggal tugas pemerintah bagaimana etos ini bisa ditambah dengan sumber daya yang berdaya saing,” ucapnya.

Bahkan menurutnya, dalam melaksanakan visi misinya, dia terbantu oleh prinsip persaudaraan dan prinsip spiritual yang dimiliki oleh mayoritas warga Pamekasan. Dengan kesetiakawanan yang dimiliki, dia yakin warga Pamekasan dapat diajak bersama-sama membangun Kabupaten Pamekasan menjadi kabupaten maju di Indonesia.

Bahkan di sektor pendidikan, pihaknya telah menyiapkan banyak beasiswa untuk santri dan siswa di Pamekasan. Termasuk berencana melakukan tes bagi setiap siswa SMA sederajat untuk mendapatkan beasiswa guna masuk di Fakultas Kesehatan Unair.

Tidak hanya itu, di sektor kesehatan, selain telah membantu warga Pamekasan dengan sejumlah program unggulan seperti Pamekasan Call Care, pihaknya berencana akan menyulap perwajahan rumah sakt dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) menjadi seperti wajah hotel.

Sebab menurutnya, rumah sakit dan puskesmas harus memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh warga Pamekasan, termasuk di antaranya membuat warga merasa nyaman berada di rumah sakit. Bahkan rumah sakit yang identik dengan aroma obat, ingin dia ubah dengan aroma wewangian.

Namun demikian, dalam meweujudkan semua mimpi itu, perlu keterbukaan dan keluasan dalam berpikir. Tidak hanya dirinya, seluruh aparatur pemerintah dan seluruh warga Pamekasan harus berpikir terbuka dan bernai melakukan perubahan.

Sebab menurutnya, untuk mengubah kebiasaan lama warga Pamekasan ke kebiasaan baru yang berkemajuan, tidaklah mudah. Perlu spirit yang sama dalam upaya membangun Kabupaten Pamekasan menjadi kabupaten yang memiliki sumber daya berkualitas.

“Harus keluar dari kebiasaan lama, melakukan lompatan, tetapi tidak membuang budaya lokal. Sehingga bisa bersaing dengan kabupaten maju lainnya,” pungkasnya. (ali/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *