oleh

Hak Pilih Pasien Rawat Inap di Bangkalan Terabaikan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pasien yang harus menjalani rawat inap, baik di rumah sakit maupun puskesmas. Masih banyak yang hak pilihnya terabaikan begitu saja. Hal ini terlihat di sejumlah pusat layanan kesehatan rumah sakit dan puskesmas. Salah satunya terjadi di Puskesmas Kamal. Pada saat hari pencoblosan, tidak ada petugas KPU yang mendatangi pasien di puskesmas tersebut.

“Kurang tahu,  kami tidak diberi tahu terkait perlakuan khusus yang diberikan KPU bagi pasien di puskesmas. Sampai saat ini tidak ada petugas KPU ke sini untuk melayani hak pilih pasien rawat inap,” ungkap perawat Puskesmas Kamal Yuli, Rabu (17/4).

Padahal, pasien yang menjalani rawat inap di Puskesmas Kamal sebanyak 5 orang dan belum termasuk perawat maupun petugas di hari itu.

Hal sama ditemui di pusat layanan kesehatan seperti rumah sakit. Di Rumah Sakit Umum Daerah Syarifah Ambami Rato Ebu (RSUD Syamrabu), tampak sepi, tidak ada aktivitas sama sekali dengan proses pemilu.

Staf informasi RSUD Syamrabu Ainun mengatakan, sejak pagi belum ada petugas KPU Bangkalan datang untuk melayani pemungutan suara bagi pasien rawat inap di rumah sakit tersebut. Menurutnya jika ada pihak dari KPU membantu pasien dalam pemungutan suara maupun karyawan rumah sakit, biasanya akan berada di ruang poliklinik.

“Dari tadi pagi belum ada smaa sekali dari pihak KPU, biasanya memang pihak KPU akan menyediakan dan mengadakan pemungutan surat suara di sini (ruang poli klinik, red). Saya saja ini masi nunggu, biasanya sih datangnya jam 11 gitu,” katanya.

Sedangkan hingga sampai siang hari pukul 02.00 siang, RSUD Syamrabu belum nampak juga kedatangan dari panitia pemilu KPU Bangkalan. Hal tersebut dibenarkan oleh staf informasi bagian shift 2, Ummi. Dirinya mengaku sejak pagi tidak mendapati ada panitia pemilu dari KPU yang datang ke rumah sakit.

“Kalau dari teman saya Ainun yang shift tadi pagi gak ada pihak panitia KPU yang melakukan pemungutan suara. Saya shift siang jam 02.00 gak ada itu. kalau memang dari pihak KPU langsung menuju pasien untuk melakukan pemungutan suara biasanya kesini dulu (poli klinik, red),” tuturnya.

Sementara itu, pernyataan berbeda justru terlontar dari Ketua KPU Bangkalan Fauzan Jakfar. Dia mengatakan, telah memberi perlakuan khusus bagi pasien rawat inap. KPU juga diklaim telah berkoordinasi dengan manajemen rumah sakit untuk mengirim panitia maupun mengarahkan pasien untuk memberikan hak suaranya di tempat pemungutasn suara (TPS) terdekat.

“Untuk pasien di rumah sakit dan rutan maupun polres, kamilayani dengan meleetakkan TPS-TPS dekat dengan itu, terutama di rumah sakit kita layani dengan meletakkan tiga tps terdekat untuk melayani. nanti petugas kita yang akan masuk ke dalam,” tukasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed