Halte Bus Jadi Pangkalan PKL, Satpol PP dan Damkar Pamekasan: Penertiban Tunggu Koordinasi dengan OPD Terkait

News61 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Pemanfaatan halte bus di Pamekasan tidak sesuai dengan fungsinya. Tak jarang ditemui tempat perhentian bus itu digunakan sebagai pangkalan pedagang kaki lima (PKL), seperti di depan RSUD Slamet Martodirdjo (SMart) dan Jalan Raya Panglegur tepatnya di depan kampus Universitas Madura. Padahal, berdasarkan aturan yang ada, fasilitas umum itu tidak diperuntukkan sebagai pangkalan PKL.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Barang dan Orang Gufhron, menegaskan, pihaknya kerap kali melakukan sosialisasi kepada PKL untuk tidak menempati halte bus untuk berjualan, namun tetap saja mangkel. Dia mengaku, pihaknya tidak bisa memberikan tindakan lebih lanjut, sebab bukan wewenangnya.

Baca Juga:  Kepala Satpol PP Pamekasan Wacanakan Pemisahan Kelembagaan Damkar

“Setelah ditegur mereka memang tidak menempati, tapi beberapa hari kemudian mereka balik lagi. Soal kewenangan menindak atau memberi sanksi itu ada di Satpol PP,” jelasnya saat ditemui Kabar Madura, Rabu (8/11/2023).

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan Yusuf Wibiseno mengutarakan, sepanjang 2023 pihaknya memang belum pernah melakukan penertiban PKL di halte bus.

Dia menyebut, perlu koordinasi dengan pihak terkait mengenai hal tersebut. Sebab, penertiban tidak bisa dilakukan begitu saja, harus ada solusi yang tidak merugikan PKL.

Baca Juga:  Perangi Rokok Ilegal, Satpol PP dan Damkar Pamekasan Turun Sosialisasi ke Toko-Toko

“Kami butuh koordinasi dengan Dishub selaku OPD terkait. Komitmen kami, pasti akan dilakukan penindakan kepada PKL, tapi secara humanis dan solutif. Kami tidak bisa mengusir mereka begitu saja, tanpa memberikan penampungan yang layak. Itu yang berusaha kami rumuskan,” ungkap Yusuf, Rabu (8/11/2023).

Berdasarkan pemantauan Kabar Madura, halte bus di depan RSUD SMart itu, setiap harinya biasa ditempati pedagang nasi dari pagi hingga siang hari. Sementara  di depan kampus Universitas Madura biasa ditempati pedagang pentol.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *