Hama Tikus Serang Empat Kecamatan di Sampang

(FOTO: KM/ FATHOR ROHMAN) TERANCAM: Lahan pertanian di Sampang banyak diserang hama tikus sejak dua pekan terakhir. Pemkab Pamekasan tidak melakukan pengadaan obat-obatan pengusir hama karena keterbatasan anggaran.

KABARMADURA.ID | SAMPANG/PAMEKASAN-Serangan hama tikus terjadi di Sampang dan Pamekasan. Sedikitnya ada empat kecamatan di Sampang yang sudah terdeteksi.

Sejauh ini, langkah dinas yang membidangi pertanian dalam memberantas hama tersebut, masih normal seperti biasa, tidak nampak lebih giat.

Seperti di Sampang, meski sudah mendapat informasi serangan hama tikus yang tidak seperti biasanya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta dan KP) Sampang masih menganggap hal itu kondisi yang wajar. Sehingga cukup mengandalkan ketersediaan obat tikus yang disiapkan sebelumnya.

Bacaan Lainnya

Sementara di Pamekasan,  Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan justru tidak banyak berperan. Sebab, dinas tersebut tidak bisa menyediakan obat antitikus untuk petani. Alasannya, banyak anggaran dipangkas untuk menangani wabah Covid-19.

Dalam dua pekan terakhir, serangan hama tikus di Sampang sudah terdeteksi di Kecamatan Jrengik, Torjun, Pangarengan dan Kecamatan Camplong.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, hama tikus menyerang benih padi. Termasuk komoditi lainnya seperti umbi-umbian, kacang hijau dan singkong. Sehingga dikhawatirkan akan berpengaruh besar terhadap hasil produksi pertanian.

Hama tikus salah satunya menyerang di Dusun Bendungan, Desa Jungkarang. Sekitar sepuluh hektar lahan pertanian di dusun itu diserang hama tikus. Selain itu, di Kecamatan Torjun sekitar dua hektar. Bahkan, hama tikus diprediksi akan terjadi di sejumlah kecamatan lainnya.

Salah satu petani di Kecamatan Jrengik, Syaiful Bahri, mengaku serangan hama tikus lebih berbahaya dibanding hama lainnya. Sebab tikus merusak lahan dan menghabiskan benih padi.

“Di sini lebih sepuluh hektar sampai sekarang. Benar-benar rusak kalau hama tikus menyerang, ” katanya.

Kata Syaiful, hama tikus menyerang saat malam hari. Sehingga pagi hari, lahan pertanian sudah rusak. Menurutnya sangat perlu cara khusus untuk mengantisipasinya.

Akibat kerusakan lahan pertanian yang terjadi di beberapa desa di Kecamatan Jrengik, dipastikan membuat banyak petani merugi. Sebab benih padi yang rusak membuat petani harus mengganti yang baru, meski masih dalam ancaman hama tikus lagi.

“Kejadian ini setiap tahun . Biasanya malam hari. Sehingga kami pun tidak bisa memprediksi hama tikus akan menyerang, ” ucapnya.

Kepala Disperta dan KP Sampang, Suyono membenarkan kejadian itu. Dia mengaku menerima laporan serangan hama tikus.

“Saya mendapatkan kabar di kecamatan lain juga terjadi hal yang sama. Kami segera melakukan antisipasi agar serangan hama tikus tidak terulang, ” kata Suyono

Disperta KP Sampang sudah menyiapkan obat antitikus untuk mengendalikan serangan hama tikus. Sehingga pihaknya berharap poktan proaktif melaporkan semua kejadian yang merugikan petani itu.

Dikatakan, jika hama tikus tidak segera diatasi, akan mengancam pada hasil produksi pertanian. Praktis akan mempengaruhi produksi dan ketersediaan pangan. Karena sumber produksi tanaman sudah dirusak.

Sedangkan di Pamekasan, akibat pemangkasan anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk penanganan dampak wabah Covid-19, DKPP Pamekasan tidak melakukan pengadaan obat pengusir hama.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Tanaman DKPP Pamekasan Wiwin Hana. Selama tahun 2021, pihaknya hanya menerima bantuan obat pengusir hama dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Wiwin menjelaskan, DKPP Pamekasan memiliki petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT). Mereka akan melaporkan jika terjadi penyerangan hama di masyarakat.

“Untuk tahun 2021 kami tidak menyetok obat-obatan karena terkendala refocusing,” ungkap Wiwin.

Jika terjadi serangan hama di masyarakat, POPT akan melaporkan ke DKPP. Kemudian DKPP akan melakukan pengendalian. Salah satu hama yang kerap menyerang tanaman yaitu hama tikus. Namun sejauh ini, POPT belum melaporkan terjadinya serangan hama di masyarakat. Kendati terjadi, pihaknya mendahulukan alat manual untuk mengusir hama.

Sebab menurutnya, penggunaan obat-obatan pengusir hama memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Termasuk berdampak negatif terhadap manusia. Namun jika hama sudah menyerang secara ekstrem, maka akan dikendalikan menggunakan obat-obatan. Salah satu hama yang menjadi atensi yaitu hama tikus. Hama tikus bisa menyebabkan tanaman gagal panen.

“Hama tikus ini menyerang komoditas pangan, seperti padi, jagung,” ucap Wiwin.

Reporter: Ali Wafa, Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan