Hamdi, Mantan Orator Berhasil Jadi Legislator

  • Whatsapp
Hamdi: Wakil Ketua Komisi I DPRD Pamekasan

Kabarmadura.id-Warga Dusun Gunung Tengah, Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Pamekasan ini, dikenal dengan nama Hamdi. Namanya cukup singkat , tapi kepiawaiannya dalam mengawal aspirasi rakyat, tidak perlu diragukan.

TOTOK ISWANTO, PAMEKASAN

Sejak mahasiswa, pria kelahiran tahun 14 Desember 1985 ini sudah terbiasa bersahabat dengan terik matahari, yakni saat menggelar demonstransi yang memperjuangkan rakyat kecil.

Sejak awal, putra dari pasangan suami istri (asutri) K. Adriman (almarhum) dan Satuni ini, memang memiliki komitmen kuat dengan tujuan yang mulia. Yakni membela dan memperjuangkan masyarakat kecil untuk mendapatkan hak-haknya. Terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah.

Pertama kali terjun di dunia pergerakan, Hamdi memulainya lewat roda organisasi ektra kampus. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) jadi pilihannya untuk mengasah kemampuannya.

Tidak hanya itu, aktivis ini juga merintis organisasi gerakan bernama Satuan Aksi Mahasiswa dan Reformasi (Samar). Organisasi tersebut berdiri pada tahun 2010 dengan anggota sebanyak tujuh orang.

Bersama Samar, Hamdi rajin mengadvokkasi permasalahan masyarakat, terutama di bidang sosial. Sesuai catatan Kabar Madura, lulusan Strata 1 di Uneversitas Madura (Unira) ini pertama kali mengawal bantuan beras untuk rakyat miskin (raskin) tahun 2012-2013.

Pada tahun 2014, juga giat mengawal aspirasi masyarakat untuk menuntut solusi bencana kekeringan. Masuk tahun 2015, Hamdi getol mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan agar pro rakyat.

Sebab dari hasil kajiannya, anggaran eksekutif terlalu besar di kepentingan belanja pemerintah. Selain itu, Hamdi juga bergabung dengan organisasi baru yang juga bergerak bersama masyarakat, yakni Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) di tahun 2017.

“Intinya semua kepentingan masyarakat yang saya kawal ini lebih pada optimalisasi anggaran sosial atau yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Masalah panas dan semacanya itu, sudah biasa demi mengawal kebijakan pro rakyat,” ujarnya, saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/8).

Meski masih aktif sebagai mahasiswa, Hamdi mengaku, tidak mengganggu aktivitas kuliahnya, terutama mengenai kelengkapan mata kuliah. Sebab, yang dilakukan sudah terencana dengan matang demi tujuan mulia.

“Alhamdulillah sama-sama lancar, kuliah maupun mengawal aspirasi masyarakat. Intinya, tergantung dari diri kita sendiri dalam membagi waktu. Karena setiap kegiatan pasti ada waktu tertentu,” ucapnya.

Niat tulus untuk terus memperjuangkan masyarakat makin berjalan mulus. Setelah gagal pada pemilihan legislatif (pileg) periode 2014-2019, tidak menciutkan nyalinya untuk berlaga di kontestasi pileg periode berikutnya.

Putra pertama dari enam bersaudara ini, akhirnya berhasil melejit ke parlemen pada Pemilu 2019. Melalui kendaraan politik Partai Bulan Bintang (PBB), dia  meraup 5.564 suara di Dapil Pamekasan III. Hamdi dilantik secara resmi sebagai wakil rakyat Pamekasan periode 2019-2024 di Mandhapa Agung Ronggosukowati seminggu lalu.

“Alhamdulillah, berkat doa kedua orangtua dan dukungan semua elemen masyarakat, sehingga saya bisa berada di parlemem. Jabatan ini tentu semakin menguatkan komitmen saya untuk terus membela kepentingan masyarakat Pamekaaan,” tegas mantan orator jalanan. (waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *