oleh

Hanya 10 Desa di Sumenep Memiliki BUMDes Berkembang

KABARMADURA.ID, Sumenep – Tidak semua desa di Kabupaten Sumenep bisa membentuk badan usaha milik desa (BUMDes). dari seluruh desa yang ada, masih terdapat ratusan desa belum memiliki BUMDes. Pasalnya untuk membentuk BUMDes, harus melewati verifikasi.

Kepala Bidang (Kabid), Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Tabrani mengatakan dari 330 desa se-Kabupaten Sumenep, terdapat 276 sudah membentuk BUMDes.

Sisanya, 54 desa belum membentuk BUMDes. Menurutnya, data tersebut merupakan verifikasi BUMDes yang sudah terbentuk di sejumlah desa. Sedangkan, wujud perhatian atau prioritas sebagian BUMDes akan difasilitasi pelatihan dan studi banding ke luar daerah.

“Jumlah BUMDes yang akan menerima fasilitas pelatihan dan studi banding ke Yogyakarta sebanyak 10 desa, tapi rencananya masih bulan depan ini pelaksanaannya,” ujarnya, Minggu (27/09/2020).

Tabrani menegaskan, alasan 10 desa tersebut terpilih sebagai peserta pelatihan dikarenakan sudah masuk kategori berkembang, atau tidak sekedar formalitas. Menurutnya, empat kriteria yang harus dilakukan untuk peningkatan BUMDes.

Masing-masing, tingkatan dasar, tumbuh, berkembang, dan maju. Sementara yang disebut tingkat dasar yaitu menggambarkan keberadaan BUMDes yang hanya formalitas, artinya tidak ada kegiatan usaha.

Kategori tumbuh, BUMDes yang sudah mempunyai unit usaha tapi tidak ada kontribusi atau tidak ada omsetnya, sementara untuk kategori berkembang yaitu BUMDes yang sudah mulai mandiri dan sudah mempunyai anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes).

Terakhir, kategori maju selain mempunyai APBDes juga bisa memberikan gaji kepada pengurus atau para karyawannya. “Artinya biar ada gregetnya, dan yang lain bisa lebih semangat untuk menjadi sasaran di tahun selanjutnya. Kami hanya melihat yang memang mempunyai semangat untuk maju saja,” imbuhnya.

Dia menyebutkan, BUMDes yang masuk kategori dasar sebanyak 174, kategori tumbuh 97, terdapat 4 desa kategori berkembang, dan 1 desa masuk kategori maju. Untuk tahun ini tidak ada kegiatan apapun terhadap pengembangan BUMDes.

Sedangkan dari jumlah tersebut hanya 10 BUMDes di antaranya Desa Kangayan, Parsanga, dan Masaran. “Masing-masing desa itu merekomendasikan 3 orang, pelaksanaan mulai tanggal 7 sampai 9 Oktober,” paparnya.

Sementara itu anggota Komisi l DPRD Sumenep Nurus Salam menyampaikan, untuk perhatian terhadap pengembangan seluruh jenis usaha harus selalu digenjot. “Misalnya penyadaran terhadap pola pikir para kades, bahwa DD yang selama ini diberikan kepada desa, bersifat stimulan dan wajib bisa dikembangkan agar desa-desa di Sumenep bisa mandiri,” paparnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed