oleh

Hanya 16 Industri Kecil Menengah Menerima Bantuan Mesin Hidrolis

Kabarmadura.id/SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindagprin) Kabupaten Sampang menyebut jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) penerima bantuan mesin hidrolis berkurang dari tahun sebelumnya. Pasalnya tahun ini hanya ada 16 kelompok, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 26 kelompok IKM.

Bantuan mesin hidrolis tersebut bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2019 senilai Rp750 juta.  Bantuan itu diperuntukkan bagi pelaku IKM yang sudah mengajukan permohonan pada tahun sebelumnya dan memenuhi semua persyaratan, salah satunya memiliki izin.

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperdagprin Sampang Imam Rizali mengatakan, IKM penerima bantuan mesin hidrolis tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya. Pagu DBHCHT tahun ini sebesar Rp1,2 miliar. Namun hanya sekitar Rp750 juta yang bisa digunakan untuk penyaluran bantuan mesin hidrolis, karena sekitar Rp500 dianggarkan untuk bantuan yang lain.

”Tahun ini, IKM penerima bantuan mesin hidrolis berjumlah 16 kelompok, sedangkan tahun sebelumnya mencapai 26 kelompok,” kata Imam Rizali saat dikonfirmasi Kabar Madura, Kemarin (3/4).

Ia menjelasakan, pagu DBHCHT block grant yang jumbo itu, selain untuk bantuan mesin juga dialokasikan untuk pengadaan tungku bakar genting sekitar Rp500 juta, sedang sisanya digunakan untuk kegiatan sosialisasi kepada pelaku IKM di wilayah itu. Selain diberi bantuan alat, para pelaku IKM juga dibekali pelatihan produksi, pembinaan rutin dan akses pemasaran produknya.

”Berkurangnya IKM penerima bantuan mesin hidrolis tahun ini, karena anggaran dialihkan untuk bantuan yang lain, seperti tungku bakar dan sebagainya,”jelasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Sampang, Sohebus Sulton meminta dinas terkait untuk memaksimalkan realisasi penyaluran bantuan dan pembinaan IKM itu. Pihaknya berharap bantuan tersebut bisa benar-benar mendorong pertumbuhan dan memajukan IKM di Kota Bahari. Sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat.

Ia meminta penyaluran bantuan mesin itu harus sesuai dengan perencanaan dan juknis, serta berdasarkan sekala prioritas. IKM yang dibantu oleh pemerintah harus IKM yang benar-benar ada dan kegiatanya nyata serta memiliki dokumen izin dan persyaratan yang lengkap.

”Kami harap, adanya bantuan ini bisa meningkatkan semangat para pelaku IKM untuk menghasilkan produk yang berkualitas, nilai jual yang tinggi, dan yang tak kalah penting, produk IKM khas Sampang mampu bersaing dengan daerah lain,” singkatanya. (sub/pai)

Komentar

News Feed