Hanya 25 Orang yang Mengajukan Bantuan KUR

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BERUSAHA: Salah satu pedagang yang layak mengajukan pinjaman KUR.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang difasilitasi Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumenep masih minim peminat.

Kabid Pemberdayaan Diskop UKM Sumenep Lisa Bertha Soetedjo menjelaskan, program KUR mikro merupakan kredit atau pembiayaan modal kerja perorangan yang menyertakan beberapa persyaratan.

“Program itu tidak ada istilahnya kuota berapapun, akan kami fasilitasi, dengan catatan tidak pernah melakukan peminjaman sebelumnya ke bank-bank,” kata Berta, sapaan akrabnya, Selasa (3/8/2021).

Ia juga menuturkan, persyaratan lain, individu (perorangan) yang melakukan usaha dinyatakan produktif dan layak. Artinya, tidak hanya keterangan tetapi ada unit usahanya, dan telah melakukan usaha secara aktif minimal selama 6 bulan.

Syarat selanjutnya yaitu tidak menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif. Semisal, kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaran bermotor (KKB), dan kartu kredit. Selain itu, ada persyaratan administrasi seperti identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang harus dilampirkan.

“Karena tujuannya adalah pembelajaran UMKM untuk menjadi lebih banyak mendapatkan hasil, makanya nanti diverifikasi dulu,” imbuhnya.

Sejauh ini, ia menambahkan, yang sudah mendaftar kepada pihaknya masih 25 orang. Rata-rata mengajukan pinjaman sekitar Rp25 juta. Sementara itu, pihaknya sudah menyediakan pendamping di setiap kecamatan. (ara/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *