oleh

Hanya 56 Produk IKM di Kabupaten Sampang Masuk Retail Modern

Kabarmadura.id/Sampang-Pemasaran produk lokal di Kabupaten Sampang, khususnya  di retail modern masih terkendala standarisasi. Meski Kota Bahari memiliki 320 jenis produk lokal, namun yang tidak semuanya bisa dipasarkan di retail modern.

Penyuluh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindagprin Sampang Irwan Ferdiawan mengatakan, dari 320 produk lokal yang sudah memenuhi standarisasi dan dipasarkan di retail modern sudah mencapai 56.

Sementara 264 sisanya belum mampu penuhi standarisasi retail modern. 56 produk lokal itu saat ini tengah dipasarkan di sejumlah swalayan di Surabaya dan kota-kota besar lain di Jawa Timur.

“Selain di Indomaret, ada juga yang dipasarkan di IKM Seratus Mitar, Golden, Printis. Untuk yang di luar daerah yakni Gersik, Surabaya, Malang dan Jombang,” ungkapnya, Selasa (4/8/2020).

Dirinya menambahkan, sistem pemasaran produk lokal ini dilakukan dengan cara menjalin kemitraan dangan perusahaan pengelola toko modern. Dengan demikian, pemasaran produk lokal di Sampang bisa ditingkatkan.

“Kami dari Disperindag menfasilitasi kemitraan, agara produk bisa masuk pasar modern,” imbuhnya.

Dirinya mengungkapkan, masih banyaknya produk lokal yang belum bisa dipasarkan di retail modern, lantaran pembinaan terhadap pengelola produk belum maksimal. Hal itu lantaran anggaran pemibinaan atau fasilitas terbatas, sehingga untuk memasarkan semuanya butuh waktu, apalagi biaya untuk memenuhi standarisasi cukup mahal.

Dirinya menyampaikan, anggran untuk pembinaan produk lokal setiap tahun Rp200 juta. Anggaran itu untuk menfasilitasi pendaftaran merk, uji nutrisi, uji halal dan pengemasan. Adapun untuk biaya pendaftaran merk mencapai Rp600 juta, pendaftarannya bisa langsung ke Kemenkumham.

” Kemasan produk kita belum memenuhi standar, jadi kita perlu redisen lagi.” pungkasnya. (mal/pin)

 

Komentar

News Feed